Per September 2017, Pendapatan Nusantara Infrastruktur Tumbuh 11,6%

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 04 Desember 2017 - 08:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) membukukan pendapatan dan penjualan sebesar Rp544 miliar di sepanjang Januari-September 2017, meningkat 11,6% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp487 miliar.

“Dengan pendapatan sebesar itu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp153 miliar, atau naik 7,6% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp142 miliar,” ujar Danni Hasan, Direktur META, dalam acara paparan publik, Kamis (30/11/2017).

Danni mengemukakan, sekitar 54,4% dari total pendapatan dan penjualan perseroan dikontribusikan dari bisnis pengoperasian ruas tol. Sisanya dikontribusikan dari bisnis telekomunikasi dan air, yang masing-masing menyumbang 39,8% dan 5,7% dari total pendapatan dan penjualan tersebut.

Danni mengungkapkan, manajemen META bersyukur karena di tengah situasi yang sangat menantang sektor infrastruktur saat ini, perseroan masih dapat membukukan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan itu dicapai karena penerapan strategi bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

“Kedepan, kami akan terus menjalankan strategi jangka panjang dengan memusatkan perhatian pada pengembangan berbagai proyek infrastruktur yang sedang dijalankan perseroan saat ini, memperluas kemitraan serta mengkombinasikan berbagai proyek skala besar dan kecil,” papar Danni di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Danni menuturkan, perseroan di sepanjang 2016-2017 terus berinovasi dan melihat adanya peluang bisnis dengan berperan serta dalam berbagai pembangunan dan pengembangan infrastruktur.

Karena bisnis jalan tol merupakan kontributor terbesar bagi pendapatan META, demikian Danni, maka manajemen perseroan terus berupaya menggenjot sektor ini guna mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan.

Perseroan di Makassar, Sulawei Selatan, berhasil menginisiasi pembanguann proyek Jalan Tol Layang AP Pettarani (Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3) sepanjang 4,3 kilometer (km). Itu merupakan ruas tol tambahan bagi Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 1 dan 2 yang dibangun di atas jalan nasional di Jalan AP Pettarani.

“Proyek pembangunan ruas tol layang AP Pettarani itu akan dimulai pada Maret 2018. Perseroan melalui anak usahanya, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) telah memperoleh perpanjangan konsesi selama 15 tahun, yaitu sepanjang 2028-2043,” pungkas Danni. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →