Inginkan Perusahaan ESDM Jadi Emiten BEI, Pernyataan Ignasius Jonan Dinilai Positif

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 13 November 2017 - 11:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pernyataan Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar berbagai perusahaan sektor ESDM melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai sebagai sentimen positif.

“Saat ini, emiten sektor ESDM di BEI masih terbatas. Padahal, mayoritas berbagai perusahaan sektor ESDM adalah perusahaan besar yang padat modal serta berkapitalisasi cukup baik jika masuk bursa dan menjadi perusahaan publik,” tutur Lucky Bayu Purnomo, analis Danareksa, di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Lucky menuturkan, alasan itu adalah hal terpenting bagi seluruh pihak agar mendorong perusahaan-perusahaan ESDM tersebut masuk dan menjadi perusahaan publik serta menjadi emiten BEI. Itu semata-mata bukan karena kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut sehingga menarik kepentingan publik.

“Akan tetapi, jika perusahaan-perusahaan itu menjadi perusahaan publik dan juga menjadi emiten BEI, maka status perusahaan-perusahaan tersebut akan setingkat lebih tinggi dibandingan dengan perusahaan sejenis yang belum go public,” tukas Lucky.

Lucky mengungkapkan, jumlah perusahaan publik sektor ESDM di BEI saat ini masih tergolong sedikit. Kalaupun ada, itu masih didominasi oleh berbagai perusahaan industri turunan ESDM, yaitu Adaro, Medco, Elnusa.

Sementara itu, demikian Lucky, berbagai perusahaan berstatus BUMN lainnya yang menjadi perusahaan publik lebih merupakan perusahaan-perusahaan penunjuang di sektor energi. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →