Waskita Karya Peroleh Fasilitas Pinjaman Sindikasi Rp1,4 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 03 November 2017 - 12:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi Rp1,4 triliun dari kreditur sindikasi di bawah lead arranger dan bookrunner PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI).

“Dengan tambahan fasilitas pinjaman tersebut, maka Waskita Karya saat ini memiliki fasilitas pinjaman sindikasi hingga bernilai Rp5,99 triliun dari sebelumnya sebesar Rp4,59 triliun,” ujar Shastia Hadiarti, Corporate Secretary WSKT, di Jakarta, Jumat (03/11/2017).

Adapun kreditur sindikasi lainnya adalah The Bank of Tokyo Mitsui Ltd, PT Sarana Multi Infrastruktur Tbk, PT BPD Sumatera Selatan-Bangka Belitung, PT BPD Jawa Barat-Banten, PT Bank Panin Tbk, PT BPD Papua, PT Bank ICBC Indonesia, serta PT BPD Riau.

Shastia menjelaskan, fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan Waskita Karya untuk mendukung pembiayaan pembangunan proyek LRT Palembang yang sedang dikerjakan perseroan saat ini.

Shastia menjelaskan, pembiayaan tersebut sangat diperlukan WSKT mengingat Departemen Perhubungan belum menentukan pagu anggaran untuk pos ini di RAPBN 2018.

Sementara itu, demikian Shastia, jika transaksi ini tidak dilakukan, maka itu dapat berpengaruh secara langsung terhadap perseroan selaku kontraktor proyek pembangunan LRTPalembang tersebut.

Sebelumnya, Waskita Karya mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun LRT Palembang bernilai kontrak investasi Rp10,9 triliun. Proyek itu ditargetkan bakal beroperasi pada Juni 2018.

Proyek ini terdiri atas layanan lintas Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II- Masjid Agung Palembang-Jakabaring Sport City. LRT Palembang akan dilengkapi 13 stasiun dan 9 sub-stasiun, serta memiliki jembatan Sungai Musi dengan bentang sungai 350 meter. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →