Pendapatan 2017 Erajaya Swasembada Ditargetkan Rp23 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 03 November 2017 - 10:58 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pendapatan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) ditargetkan naik 12% menjadi Rp23 triliun pada 2017 dibandingkan realisasi pendapatan perseroan pada 2016 sebesar Rp20,54 triliun.

Per September, perseroan telah membukukan pendapatan Rp16,65 triliun. Itu telah mencapai 72,39% dari target pendapatan perseroan setahun penuh 2017, ujar Amelia Allen, Corporate Secretary ERAA, di Jakarta, Jumat (03/11/17).

Amelia menjelaskan, jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan perseroan per September 2016 sebesar Rp15,59 triliun, maka pendapatan ERAA per September 2017 tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 6,81%.

Dengan melihat pencapaian pendapatan per September 2017 tersebut, maka peseroan masih harus mengejar target pendapatan sekitar Rp6,5 triliun pada triwulan keempat tahun ini, tukas Amelia.

Amelia menuturkan, pendapatan terbesar dikontribusikan oleh penjualan telepon seluler dan berbagai gadget lainnya yang membukukan kenaikan 2,3% per September 2017 dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Kemudian, kontributor pendapatan terbesar kedua berasal dari penjualan voucher pulsa telpon yang tumbuh 27,57% per September 2017 dibandingkan di periode yang sama pada 2016.

Sementara itu, penjualan komputer dan berbagai perangkat elektronik lainnya meraih kenaikan sekitar 6,17% sepanjang Januari-September 2017 dibandingkan di periode yang sama pada 2016. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →