Kajian PT LAPI ITB: Konektivitas Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM di Indonesia

Oleh : Nina Karlita | Senin, 25 Mei 2026 - 21:11 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT LAPI ITB merilis hasil kajian terbaru mengenai dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia. 

Dalam kajian tersebut, konektivitas digital yang didukung infrastruktur Telkomsel dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, pemberdayaan UMKM, hingga pemerataan akses layanan digital di berbagai daerah.

Kajian ini dilakukan menggunakan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, dan survei lapangan terhadap pelaku usaha di sejumlah wilayah Indonesia. Fokus utama penelitian adalah melihat keterkaitan antara perkembangan infrastruktur digital dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, menyebut konektivitas digital kini telah berkembang jauh melampaui fungsi komunikasi semata.

“Konektivitas digital saat ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi. Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah,” ujar Yusmar Anggadinata.

Dalam kajian tersebut, pembangunan infrastruktur Telkomsel disebut memiliki hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas ekonomi regional di Indonesia.

Secara estimatif, setiap penambahan satu BTS berkorelasi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp76,19 miliar. Sementara itu, peningkatan penggunaan data sebesar 1 petabyte berkorelasi dengan kenaikan PDRB hingga Rp9,44 miliar.

Tak hanya itu, kontribusi sektor konektivitas digital terhadap pendapatan negara juga dinilai cukup besar. Pada tahun 2024, kontribusi tersebut diperkirakan mencapai Rp36,97 triliun.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pengembangan infrastruktur digital tidak hanya memperluas layanan komunikasi, tetapi juga berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Kajian PT LAPI ITB juga menyoroti dampak konektivitas digital terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di wilayah non-perkotaan.

Hasil survei menunjukkan bahwa adopsi layanan digital berkorelasi terhadap peningkatan performa usaha. Rata-rata omzet UMKM meningkat hingga 32 persen setelah memanfaatkan layanan digital, dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 92 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa konektivitas digital mampu menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal, terutama di tengah percepatan transformasi digital nasional.

Selain berdampak pada ekonomi dan UMKM, kajian ini juga menyoroti peran strategis konektivitas digital dalam pemerataan akses di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hingga tahun 2024, sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah 3T disebut didukung kontribusi operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO).

Perluasan jaringan tersebut dinilai membantu masyarakat di wilayah 3T untuk memperoleh akses layanan pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan ekonomi yang sebelumnya terbatas akibat kendala infrastruktur digital.

Dalam aspek keberlanjutan, kajian PT LAPI ITB mencatat bahwa ekosistem Telkomsel juga memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

Melalui pendekatan analisis ekonomi, aktivitas sektor ini diperkirakan berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 685 ribu lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tenaga Ahli Utama PT LAPI ITB, Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, menegaskan bahwa hasil kajian ini perlu dipahami secara proporsional.

“Kajian ini memberikan gambaran mengenai kontribusi konektivitas berdasarkan indikator yang terukur, namun tidak dimaksudkan untuk mengaitkan seluruh perubahan ekonomi kepada satu entitas tertentu. Oleh karena itu, interpretasi terhadap hasil kajian perlu dilakukan secara proporsional dan kontekstual,” jelas Ian Josef Matheus Edward.

PT LAPI ITB juga menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut merupakan estimasi berdasarkan metodologi tertentu dan tidak dimaksudkan untuk mengatribusikan seluruh dampak ekonomi kepada satu pelaku industri saja. 

Kajian ini juga tidak membandingkan antar operator, melainkan berfokus pada pemahaman mengenai peran konektivitas digital dalam mendukung pembangunan nasional.