AmCham Sayangkan Peraturan Yang Batasi Kegiatan Investor Asing di Indonesia

Oleh : Ridwan | Kamis, 02 November 2017 - 16:07 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.id -Jakarta, American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia menyelenggarakan pertemuan tahunan US-Indonesia Investment Summit 2017.

Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pemimpin perusahaan Amerika dengan pemerintah kabinet kerja ini membahas iklim usaha dan investasi nasional saat ini. 

Presiden AmCham Indonesia Brian Arnold menilai tidak ada yang meragukan potensi ekonomi Indonesia yang sangat besar. Namun, lanjut Arnold, kurangnya kebijakan yang mendukung bisnis membuat Indonesia terkendala untuk merealisasikan potensi tersebut.

"Pemerintah Indonesia kerap menyatakan keinginan untuk menciptakan ekonomi yang terbuka, namun pada kenyataannya masih banyak peraturan-peraturan yang membatasi kegiatan investor asing di Indonesia," kata Brian di Jakarta (2/11/2017).

Selain itu, laporan ini juga menelaah target Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia dalam jangka waktu 20 tahun ke depan.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan, Presiden Jokowi telah mengekspresikan kebijakan dengan cukup terbuka saat ini. Kebijakan yang baru dibuat, kata dia, akan dirasakan pada enam bulan ke depan.

"Saya harus berbagi, saya khawatir bahwa dalam tanda kutip, kesukseskan atau kestabilan makro kita akan mengarah pada kebijakan buruk. Saya terus terang saja, dalam pembuatan kebijakan ada kajian, kebijakan bekerja pada satu kekurangan," ujar dia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →