Pembangunan Perumahan Optimistis Raih Target Laba Bersih 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 30 Oktober 2017 - 22:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Manajemen PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) optimistis meraih target laba bersih 2017 sebesar Rp1,7 triliun, kendati pemerintah melarang BUMN konstruksi itu untuk menggarap proyek-proyek bernilai di bawah Rp200 miliar.

“Kendati pemerintah melarang BUMN untuk menggarap proyek-proyek di bawah Rp200 miliar, kami optimistis dapat merealisasikan target laba bersih 2017 tersebut,” ujar Nugroho Agung Sanyoto, Corporate Secretary PTPP, di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Nugroho mengemukakan, hingga akhir triwulan III-2017, PTPP meraih kontrak baru bernilai Rp31,9 triliun. Kendati demikian, kontrak-kontrak tersebut bukanlah proyek-proyek di daerah yang dari APBD Tingkat I dan Tingkat II.

Pembangunan Perumahan hingga akhir 2017 ini menargetkan kontrak baru bernilai Rp40,6 triliun.

Nugroho menjelaskan, sejak Peraturan Pemerintah yang melarang BUMN menggarap proyek di bawah Rp200 miliar diberlakukan, Pembangunan Perumahan sudah tidak mengambil proyek bernilai kecil.

“Bahkan, sejak akhir 2016, kami tidak mengambil proyek-proyek kecil seperti itu. Kami hanya mengambil proyek pembangunan stadion di Papua, karena proyeknya besar dan jangka pendek,” tukas Nugroho.

Nugroho mengungkapkan, kedepan, berbagai anak usaha BUMN juga tidak diizinkan menggarap berbagai proyek bernilai kecil di daerah. Karena akan ada skema holding yang merampingkan anak-anak usaha di bisnis sejenis.

Nugroho juga menuturkan, PTPP per September 2017 mencatat pendapatan Rp13,7 triliun atau naik 27% dibanding periode yang sama pada 2016. Sementara itu, laba bersih tumbuh 70% menjadi Rp1,1 triliun.

“Laba sebesar itu sudah sama dengan realisasi laba pada 2016. Target pendapatan 2017 sebesar Rp25 triliun,” imbuhnya.

Dengan demikian, menurut Nugroho, perseroan yakin akan mampu melampaui berbagai target kinerja keuangan 2017. “Kontrak baru PTPP juga sudah terealisasi 79%. Adapun realisasi pendapatan sebesar 55% dan laba bersih mencapai 65%,” pungkas Nugroho. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →