Laba Bersih M-Cash Ditargetkan hampir Rp50 Miliar pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 27 Oktober 2017 - 12:47 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Laba bersih PT Mcash Integrasi, anak usaha PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), ditargetkan mencapai Rp49,5 miliar pada 2018. Adapun pendapatannya diproyeksikan sebesar Rp2,3 triliun.

“Target yang cukup tinggi tersebut dimungkinkan setelah M-Cash tercatat sebagai emiten Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujar Jahja Suryandy, Managing Director PT M-Cash Integrasi di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Jahja mengemukakan, target pendapatan M-Cash untuk tahun ini hanya sebesar Rp893 miliar dengan laba bersih sekitar Rp6,8 miliar.

“Setelah menjadi perusahaan publik pada tahun ini, M-Cash akan mengembangkan berbagai inovasi dan strategi untuk pengembangan bisnisnya pada tahun depan,” tukas Jahja.

Karena itu, demikian Jahja, manajemen M-Cash akan mengalokasikan dana Rp45 miliar untuk membiayai belanja barang modal (capital expenditure/capex) pada 2018.

Jahja menuturkan, perseroan akan mencatatkan saham untuk pertama kalinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 November 2017. Itu dilakukan setelah perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

Dalam PUPS tersebut, M-Cash menawarkan 216 juta unit saham, atau sekitar 25%, seharga Rp1.385 per unit. Dengan demikian, melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berharap dapat menerima dana segar sekitar Rp300 miliar.

PUPS tersebut terlaksana setelah perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Oktober 2017. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →