Lewat PUPS, WIKA Gedung Berharap Raih Dana hingga Rp2 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 27 Oktober 2017 - 12:16 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), berencana akan menawarkan 4,467 miliar unit saham ke investor publik melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

Total saham yang ditawarkan tersebut mencapai sekitar 40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca PUPS. Dalam aksi korporasi ini, WIKA Gedung telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

“Dalam penawaran awal, kami menawarkan saham WIKA Gedung antara Rp290-456 per unit. Dengan demikian, kami berharap dapat memperoleh dana antara Rp1,3 triliun hingga Rp2 triliun,” ujar Nariman Prasetyo, Direktu Utama WIKA Gedung di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Nariman mengemukakan, sekitar 70% dari dana hasil PUPS itu akan digunakan untuk membiayai investasi yang dilakukan WIKA Gedung dan sisanya untuk modal kerja.

“Keputusan kami untuk menawarkan saham kepada publik telah dikaji secara matang dengan pertimbangan yang cukup panjang. Kami kira ini adalah pilihan terbaik dan strategis bagi perseroan dalam upaya untuk memperkuat pertumbuhan usaha dalam jangka panjang,” papar Nariman.

Nariman menjelaskan, penguatan modal adalah kebutuhan utama WIKA Gedung untuk memperkuat daya saing dan mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis yang dikelola. Lewat PUPS ini, WIKA Gedung diyakini dapat mempercepat akselerasi bisnis, baik konstruksi high rise building maupun investasi pengembangan yang direncanakan.

Per Juni 2017, WIKA Gedung memperoleh kontrak baru senilai Rp4,32%, atau lebih tinggi 59,9% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp2,7 triliun.

Dengan kontrak bawaan tahun lalu (carry over) sebesar Rp5,7 triliun dan kontrak baru bernilai Rp4,32 triliun, maka total kontrak (order book) perseroan pada semester pertama 2017 tercatat sebesar Rp10,02 triliun.

Pendapatan bersih WIKA Gedung tercatat sebesar Rp1,31 triliun per Juni 2017, melesat 54,4% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp846 miliar. Adapun laba bersihnya pada periode tersebut naik 69,5% dari Rp62,4 miliar menjadi Rp105,8 miliar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →