AJB Bumiputera Resmi Dibeli Erick Thohir Seharga Rp2 Triliun

Oleh : Ridwan | Kamis, 29 Desember 2016 - 10:26 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Konglomerat Erick Thohir dengan konsorsiumnya akan menyuntikkan modal tambahan Rp2 triliun ke PT. Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB), cucu usaha PT. Bumiputera 1912, sebuah perusahaan yang dibentuk untuk menyelamatkan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) dari masalah keuangan.

 

"Sudah ditandatangani komitmennya Rp2 triliun, dan modalnya akan masuk pada Maret 2017," kata Koordinator Statuter AJB Bumiputera Didi Achdiat di Jakarta.

AJBB merupakan perusahaan asuransi tertua di Indonesia yang tengah dililit masalah keuangan, karena tunggakan pembayaran klaim yang jauh lebih besar dibanding aset yang dimiliki.

Untuk tahun ini saja, defisit AJBB, mencapai Rp1,5 triliun. Sedangkan, pembayaran klaim yang harus dibayar AJBB hingga 10 tahun ke depan sekitar Rp10 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk total liabilitas atau kewajiban AJBB, yang menurut pengelola statuter, jauh di atas aset dan modal AJBB.

Modal dasar AJBB saat ini, sekitar Rp11,6 triliun, terdiri dari aset finansial Rp5,1 triliun, uang tunai Rp1 triliun dan aset tetap Rp5,5 triliun, tutur Didi.

Atas dasar masalah keuangan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Oktober 2016 lalu mengnonaktifkan direksi dan komisaris AJBB, untuk selanjutnya membentuk pengelola statuter.

Dengan penambahan modal Rp2 triliun AJB nantinya akan menjadi perusahaan yang menerima premi baru dari AJBB. Sedangkan AJBB hanya akan menerima premi lanjutan dan membayar klaim asuransi.

AJB juga akan bertindak sebagai administrator klaim dan premi dari AJBB dengan model profit sharing yang berjangka waktu 12 tahun.

Penambahan modal ini untuk memperkuat AJBB, Bisnis AJB dan akan membantu AJBB untuk membayar klaim polis yang telah jatuh tempo pada 2017.

Dengan penambahan modal Rp2 triliun ini, saham yang dimiliki Erick mencapai 100 persen di AJB.(iaf)

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →