Per September 2017, Bank BTPN Bukukan Laba Rp1,4 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 24 Oktober 2017 - 11:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatat laba bersih Rp1,4 triliun sepanjang Januari-September 2017, atau relatif setara dengan realisasi laba bank tersebut di periode yang sama pada tahun lalu.

“Jika tidak memperhitungkan nilai investasi pada tahun ini, maka perolehan laba Bank BTPN itu mencapai Rp1,8 triliun,” tulis Jerry Ng, Direktur Utama BTPN, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Jerry mengemukakan, total nilai investasi yang dibukukan Bank BTPN sepanjang Januari-September 2017 tercatat sebesar Rp624 miliar, naik 77% dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp353 miliar.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, total investasi Bank BTPN mencapai lebih dari Rp1,4 triliun. Itu untuk mengembangkan dua platform digital perbankan, yakni “BTPN Wow!” dan “Jenius”.

Total kredit yang disalurkan Bank BTPN hingga akhir September 2017 tercatat sebesar Rp65,8 triliun atau tumbuh 5% dibanding realisasi investasi di periode yang sama pada tahun lalu senilai Rp62,6 triliun.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Bank BTPN tercatat sebesar 0,9%. Bank BTPN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga sekitar 9% menjadi Rp74,9 triliun dibanding realisasi tahun sebelumnya Rp68,8 triliun.

Dengan demikian, aset Bank BTPN juga tumbuh 9% menjadi Rp93,8 triliun per September 2017 dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp86,1 triliun. Sedangkan rasio kecukupan modalnya (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,8%.

Dengan perolehan penyaluran kredit dan pendanaan itu, aset BTPN naik sembilan persen (year on year/yoy) dari Rp86,1 triliun menjadi Rp93,8 triliun per akhir September, sedangkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,8 persen. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →