Tidak Saja Sektor Ritel, E-commerce Juga Hantam Perbankan Konvensional

Oleh : Abraham Sihombing | Minggu, 15 Oktober 2017 - 18:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Jika anda perhatikan ketika mengunjungi suatu pusat perbelanjaan (mall), yang menjadi pusat keramaian pengunjung adalah bagian food court (kantin makan) yang biasanya terletak di posisi paling atas mall tersebut.

Sedangkan berbagai gerai atau toko yang menjual berbagai macam barang kebutuhan hidup yang terletak di bawahnya terlihat lengang dan sepi. Demikian pula dengan gerai ritel toko serba ada (toserba) yang semakin terlihat sepi pengunjung.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan kondisi beberapa dekade lalu. Karena itu, pengunjung pusat perbelanjaan, terutama di kota besar, kian tidak dapat dijadikan tolok ukur perekonomian suatu daerah. Kini mall terlihat semakin sepi dari aktivitas jual-beli.

Bahkan, toko-toko yang menyewa tempat di mall tersebut kini semakin banyak yang tutup akibat berkurangnya kegiatan jual-beli. Kondisi tersebut tampaknya menjadi senjakala bagi pusat-pusat perbelanjaan yang mempertemukan pembeli dan penjual secara konvensional.

“Kini mall sudah kian sepi pengunjung. Transaksi jual-beli sudah tidak banyak di sana. Karena itu, banyak yang menutup toko mereka sehingga keramaian mall sudah tidak lagi jadi tolok ukur,” ujar Puguh Jati Tri Saroso, Subsidiary Liaison Manager Bank Mandiri.

Puguh mengemukakan, dirinya pernah jalan-jalan di mall Batam dan Jakarta. Banyak orang hanya melihat-lihat, lalu makan dan pulang. Kalau belanja, mereka lakukan di toko online.

“Saya amati, aktivitas ke mall saat ini lebih kepada melihat contoh model, atau sebatas mencari perbandingan harga. Dunia digital saat ini, sedang menggilas beberapa model transaksi konvensional,” papar Puguh.

Karena itu, demikian Puguh, bisnis e-commerce saat ini lebih menjanjikan. Di sisi lain, ada pula potret menarik dari perkembangan dunia digital saat ini terhadap aktivitas dunia perbankan.

“Bisnis e-commerce juga menekan aktivitas fisik di perbankan. Itu diindikasikan dengan penurunan para nasabah yang mengantre di berbagai bank yang ada,” tutur Puguh.

Puguh mengungkapkan, antrean nasabah di Bank Mandiri saja sudah turun drastis hingga mencapai antara 30-40%. Pasalnya, mereka telah menggunakan dunia digital, e-banking dan sebagainya.

“Apalagi sekarang sudah ada fasilitas setoran tunai, itu memudahkan mereka untuk melakukan penyetoran dana sendiri kapan saja,” pungkas Puguh. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →