Bank Mandiri Siap Salurkan Kredit Infrastruktur

Oleh : Abraham Sihombing | Minggu, 15 Oktober 2017 - 14:46 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mulai aktif menyalurkan kredit untuk pendanaan proyek pembangunan infrastruktur. Bank BUMN itu sangat siap untuk terlibat dalam setiap proyek yang digagas Jasa Marga atau BUMN infrastruktur lainnya.

Apalagi untuk pembiayaan jalan tol, Bank Mandiri akan sangat bersedia memberikan kesempatan bagi berbagai pihak untuk mengakses pendanaan kredit infrastruktur.

“Kami siap untuk menyalurkan kredit bagi pembiayaan pembangunan jalan tol. Karena itu, kami berterima kasih kepada Jasa Marga yang selalu meng-update progres proyek tolnya,” ujar Alexandra Wiyoso, Senior Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri.

Karena itu, demikian Alexandra, penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri ditargetkan tumbuh 10% hingga akhir 2017 ini.

“Bahkan, hingga akhir 2018 nanti, penyaluran kredit tersebut diharapkan dapat mencapai Rp40 triliun,” imbuh Alexandra di Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Menurut laporan keuangan Bank Mandiri, total kredit infrastruktur yang disalurkan hingga Juni 2017 tercatat Rp133,7 triliun, lebih tinggi 15% dibandingkan hingga Juni 2016.

Dari total nilai kredit tersebut, total kredit infrastruktur yang disalurkan untuk pembiayaan jalan raya dan tol sebesar Rp8,4 triliun, transportasi sebesar Rp36 triliun, tenaga listrik Rp27 triliun serta migas dan energi terbarukan sebesar Rp20,9 triliun.

“Adapun , total kredit infrastruktur yang disalurkan untuk pembiayaan konstruksi sebesar Rp.13,1 triliun dan telematika sebesar Rp8,5 triliun,” pungkas Alexandra. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →