Jasa Marga Takkan PHK Petugas Gardu Toll

Oleh : Abraham Sihombing | Minggu, 15 Oktober 2017 - 13:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Direksi PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memutuskan untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para petugas gardu jalan tol yang dikelola dan dioperasikan perseroan menyusul pemberlakuan elektronifikasi jalan tol.

Ahmad Irfan Nasution, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja BUMN, menghargai keputusan Direksi Jasa Marga tersebut. Pasalnya, itu adalah kejadian langka. Biasanya, setiap ada kebijakan alih tenaga dari tenaga manusia ke tenaga mesin pasti berujung PHK.

Bahkan Irfan mengkoreksi ungkapan seorang pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang sempat menduga bahwa elektronifikasi tol tersebut berpotensi pada PHK karyawan Jasa Marga.

Setelah mengetahui keputusan Direksi Jasa Marga Tersebut, Irfan langsung mengkonfirmasi ke pimpinan KSI bahwa dugaan tersebut tidak benar. Bahkan, Irfan merasa salut kepada Direksi Jasa Marga yang memperhatikan para pekerja gerbang tol tersebut.

Para pekerja tersebut akan dimutasi atau alih profesi sesuai dengan keinginan mereka masing-masing. Fasilitas yang dilakukan direksi inilah yang dianggap Irfan sebagai sejarah baru dunia buruh di Indonesia.

“Kondisi seperti ini jarang terjadi di BUMN. Ini sangat langka. Kami serikat pekerja sinergi BUMN mengapresiasi langkah manajemen BUMN, dalam hal ini Jasa Marga. Ini artinya terdapat kemitraan yang harmonis di antara pekerja,” ujar Irfan di Jakarta, Sabtu (14/10/2017)

“Prinsipnya, kami mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada transaksi tol. Ini menjadi salah satu upaya untuk mengefektifkan transaksi tol sehingga dapat mengurangi kemacetan,” pungkas Irfan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →