Hari ini, IHSG Diprediksi Bakal Kembali Naik

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 12 Oktober 2017 - 10:59 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan kembali menguat di perdagangan Kamis (12/10/2017) ini setelah kemarin mengalami penurunan 0,39% ke posisi 5.882.

“Ketika diamati, aksi beli yang dilakukan pelaku pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua pilihan mampu menahan penurunan IHSG lanjutan ke bawah 5.840,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dengan kondisi tersebut, demikian Yuganur, potensi IHSG untuk kembali menembus titik tertinggi sepanjang sejarah bursa di posisi 5.967 tampaknya masih terbuka. Karena itu, para pelaku pasar disarankan agar terus melakukan akumulasi saham secara intensif sekaligus menungu momen untuk menjual saham pada siklus kenaikan berikutnya.

Yuganur mengemukakan, dengan adanya peluang pergerakan naik IHSG pada perdagangan hari ini, maka pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI).

Yuganur menjelaskan, ASII dan BBNI boleh diakumulasi di rentang harga Rp7.900-7.700 per unit dan Rp7.300-7.150 per unit. Pasalnya ASII berpotensi menembus harga Rp8.150-8.250 per unit dan BBNI berpeluang mencapai rentang harga Rp7.575-7.750 per unit.

“Namun demikian, jika harga ASII anjlok hingga ke level Rp7.525 dan harga BBNI terpangkas ke posisi Rp7.050, maka pelaku pasar disarankan untuk cut-loss untuk menghindari kerugian yang lebih besar,” tutur Yuganur.

Sementara itu, menurut Yuganur, BUMI dan GMFI dapat dikoleksi di kisaran harga Rp187-174 per unit dan Rp330-310 per unit. BUM berpotensi mencapai kisaran harga Rp205-215 per unit dan GMFI ditargetkan mencapai Rp370 per unit.

“Tetapi jika harga BUMI sudah menyentuh level Rp169 per saham dan harga GMFI sudah masuk ke posisi Rp285 per saham, maka kedua saham itu disarankan untuk cut-loss agar kerugian yang ditimbulkan tidak terlalu besar,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →