Kadin Apresiasi Pemerintah Alokasikan Rp 5,500 Triliun Untuk Akselarasi Infrastruktur

Oleh : Ridwan | Rabu, 11 Oktober 2017 - 11:51 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indonesia memiliki wilayah teritorial kemaritiman empat kali luas wilayah daratnya. Menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pengembangan infrastruktur maritim dinilai masih sangat minim.

Misalnya proyek pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Bitung, serta pelabuhan di Jawa Barat. Padahal, Indonesia membutuhkan penguatan konektivitas antar dan dalam pulau.

Infrastruktur yang terintegrasi antara laut, udara dan darat sangat dibutuhkan untuk pembangunan yang berkrlanjutan, selain pembenahan di sektor-sektor pendukungnya seperti pelayanan publik dan administrasi yang efisien, termasuk layanan bea dan cukai serta keimigrasian yang mumpuni.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengapresiasi rancangan kerja periode 2014 hingga 2019 pemerintahan Jokowi, yang berkomitmen mengalokasikan Rp 5,500 triliun untuk akselarasi infrastruktur dan konektivitas.

"Namun saat ini pengembangan infrastruktur masih belum merata," ujar Rosan di Jakarta (11/10/2017).

Kadin Indonesia berharap, ajang pameran Indonesia Transport, Logistics and Maritime Week (ITLMW) 2017 dapat menjadi tempat para pelaku industri baik lokal maupun internasional dapat berkumpul untuk membahas isu, jaringan, strategi serta menciptakan peluang bisnis baru.

"Kami juga optimis forum ini dapat menjadi salah satu ajang untuk melakukan kampanye pemasaran yang efektif," katanya.

Selain itu, ajang ITLMW 2017 diharapkan memberikan pandangan dan wawasan mengenai pentingnya pengembangan sistem logistik nasional yang terintegrasi, menjadi ajang networking dan memberikan informasi serta pengetahuan terkini mengenai industri Transportasi, Logistik dan Maritim di Indonesia.

"Pameran dan konferensi ini didedikasikan untuk sektor transportasi, logistik & maritim yang diharapkan dapat melayani seluruh pelaku industri, penyediaan jasa dan pemasok barang komoditas," ujarnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →