Pasca Tembus Rekor Baru, IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 5.838-5.975

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 04 Oktober 2017 - 06:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5.838-5.975 setelah kemarin ditutup ke titik tertinggi sepanjang sejarah bursa di posisi 5.939.

Demikian diungkapkan William Surya Wijaya, Wakil Kepala Divisi Riset PT Indosurya Sekuritas, di Jakarta, Selasa (03/10/2017).

Pada perdagangan Selasa (03/10/2017) kemarin, IHSG ditutup menguat 0,43% atau naik 25,423 poin ke level 5.939, 453 dibandingkan pembukaan di posisi 5.915,429.

William mengemukakan, rentang konsolidsi pola pergerakan IHSG pasca menembus titik tertinggi tersebut akan bergerser. Itu karena rekor baru telah tercapai. Kinerja itu menunjukkan bahwa investasi di pasar modal Indonesia secara umum masih menjanjikan capital gain yang cukup bagus.

William menuturkan, kendati peluang terjadinya koreksi cukup lebar, tetapi para pelaku pasar masih dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihannya.

Pasalnya, demikian William, potensi penguatan IHSG kedepan masih cukup besar untuk investasi jangka panjang. Itu terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan laju inflasi dalam negeri yang terkendali.

Untuk perdagangan hari ini, William merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT AKR Corporindo Tbk, PT Kalbe Farma Tbk dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

“Disamping itu, patut pula kita cermati saham-saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP),” pungkas William. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →