Menteri Airlangga: Hari Kopi Internasional, Jadikan Momentum Promosi Jenis Kopi Nasional

Oleh : Ridwan | Senin, 02 Oktober 2017 - 05:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Hari kopi Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober merupakan hari perayaan global yang dilakukan para pencinta kopi dari berbagai negara di seluruh dunia. Selain itu, hari kopi Internasional juga sebagai momentum mempromosikan jenis-jenis kopi hasil tanam masing-masing negara.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto melalui laman facebooknya @Airlangga Hartarto di Jakarta (1/10/2017).

Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar dunia setelah Brazil dan Vietnam, kinerja industri olahan kopi nasional kian meningkat. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun. Ekspor produk kopi olahan pada tahun 2014 mencapai US$ 322,6 juta meningkat 10,6 persen menjadi US$ 356,79 juta pada tahun 2016.

"Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat, dengan negara tujuan ekspor mulai dari Mesir, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filiphina, dan Singapura," ujar Airlangga.

Sementara itu dalam rangka mendorong kinerja industri kopi dalam negeri, pemerintah memberikan fasilitas berupa pajak penghasilan untuk investasi baru industri pengolahan kopi di beberapa daerah luar Jawa. Kemudian, harmonisasi tarif bea masuk produk kopi olahan seperti kopi sangrai, kopi bubuk, kopi instant, kopi mix, dari 5 persen menjadi 20 persen.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga telah menerapkan standar nasional Indonesia (SNI) kopi instant yang berlaku efektif pada 17 Januari 2016.

"Dengan ini, mari kita jadikan hari kopi Internasional sebagai momentum kita untuk mempromosikan kekayaan dan kenikmatan kopi nusantara," kata Airlangga.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →