Hari ini, IHSG Diprediksi Masih Melemah

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 28 September 2017 - 09:21 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan Kamis (28/09/2017) karena adanya potensi penurunan lanjutan yang disertai dengan terbatasnya aksi beli para pelaku pasar.

“Berlanjutnya pelemahan IHSG yang disertai dengan aksi beli yang terbatas untuk menahan pelemahan tersebut membuat IHSG berpotensi bergerak mendatar,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Sekuritas, di Jakarta, Kamis (28/09/2017).

Reza mengemukakan, peluang kenaikan IHSG kembali berkurang karena tingginya volume penjualan akibat dari minimnya sentimen positif.

“Karena itu, aksi beli diharapkan kembali muncul dengan memanfaatkan pelemahan yang ada, sehingga IHSG dapat kembali rebound,” tutur Reza.

Reza menjelaskan, setelah IHSG ditutup turun tipis 0,02% ke posisi 5.863 pada perdagangan kemarin, maka titik support pertama dan kedua indeks tersebut berada di level 5.845 dan 5.827. Sedangkan titik resistensi pertama dan kedua terletak di posisi 5.877 dan 5.891.

Dengan adanya peluang pelemahan lanjutan di perdagangan hari ini, Reza merekomendasikan BELI saham-saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

“Disamping itu, para pelaku pasar dapat pula mengkoleksi saham-saham PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Wika Beton Tbk (WTON),” pungkas Reza. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →