Tahun ini, Kapasitas Produksi Semen Padang Ditingkatkan Jadi 10,4 Juta Ton

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 27 September 2017 - 14:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kapasitas produksi PT Semen Padang akan ditingkatkan menjadi 10,4 juta per tahun pada tahun ini. Sebelumnya kapasitas produksi anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tersebut sebesar 7,4 juta ton.

“Kapasitas produksi itu ditingkatkan sekitar 3 juta ton. Pasalnya, kami harus memasok sekitar 1 juta ton semen bagi proyek pembangunan jalan tol tran Sumatera,” ujar Pudjo Suseno, Direktur Komersial PT Semen Padang di Jakarta, Rabu (27/09/2017).

Pudjo mengemukakan, keberadaan pembangunan jalan tol trans Sumatera merupakan peluang yang cukup baik dan harus dimanfaatkan oleh PT Semen Padang yang juga merupakan pemimpin pasar semen di pulau Sumatera.

“Semen Padang sangat berkepentingan terhadap pembangunan infrastruktur ruas tol tersebut karena pengiriman barang dapat lebih lancar dan biaya distribusi jadi lebih murah sehingga harganya juga akan murah,” papar Pudjo.

Disamping meningkatkan kapasitas produksi, demikian Pudjo, Semen Padang pada tahun lalu juga mampu melakukan efisiensi bisnis di seluruh lini usaha, termasuk transportasi dan distribusi yang besarnya mencapai Rp400 miliar.

Karena itu, Pudjo berharap, jika bebarap ruas tol Trans Sumatera nantinya beroperasi, maka tingkat efisiensi Semen Padang diharapkan dapat lebih tinggi lagi.

Bahkan, Pudjo optimistis, penyerapan produk Semen Padang pada proyek pembangunan tol Trans Sumatera hingga 1 juta ton itu akan mampu meningkatkan penjualan diatas 5% pada tahun ini.

“Penjualan kami targetkan tumbuh antara 8-10% pada tahun ini,” imbuh Pudjo. (Abraham Sihombin

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →