Akhir 2018, PLTMG Sumbawa Akan Aliri Listrik 110 Ribu keluarga

Oleh : Ridwan | Senin, 25 September 2017 - 13:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Sumbawa, Dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa, Minggu (24/9/2017), Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengunjungi lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa, di Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, dengan tambahan 50 MW dari PLTMG Sumbawa nantinya, maka pasokan listrik di Sumbawa akan bertambah hampir dua kali lipat. Dan nantinya setelah (PLTMG) ini terbangun, kita punya reserve margin yang jauh di atas daerah lain.

"Kalau listrik sering mati hidup, kita lihat apakah kapasitas terpasang lebih besar daripada beban puncak, nantinya kalau ini sudah terbangun kapasitas terpasang lebih besar dari beban puncak, kurang lebih (reserve margin) 30 persen," ujar Arcandra.

Pembangunan PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 Megawatt (MW) ini masuk ke dalam program pembangunan pembangkit 35.000 MW. Proses pembangunan PLTMG Sumbawa sendiri telah dimulai sejak bulan Juni 2017, dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2018.

"Kalau lihat progres sekarang gimana? Insya Allah akan tercapai. Energi untuk PLTMG gimana? gas nanti di tender, masih dalam proses planning, nanti (prosesnya) masih panjang," lanjut Arcandra.

PLTMG ini nantinya memperkuat sistem kelistrikan Sumbawa dan merupakan upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi, serta pertumbuhan ekonomi NTB. Menurut PLN, pembangkit ini nantinya diperkirakan dapat melistriki hingga 110 ribu keluarga.

Pulau Sumbawa saat ini masih terbagi menjadi dua sistem kelistrikan, yaitu Sistem Bima dan Sistem Sumbawa. Sistem Bima memiliki kapasitas pembangkit mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 42 MW. Sementara, untuk Sistem Sumbawa saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 56 MW dengan beban puncak sebesar 38,6 MW.

Untuk diketahui, rasio elektrifikasi NTB hingga Juli 2017 mencapai 81,14 persen, sementara khusus di Pulau Sumbawa telah mencapai 85,3 persen. Dengan masuknya PLTMG Sumbawa diharapkan rasio elektrifikasi di NTB dapat meningkat ?hingga di atas 95 persen pada tahun 2019.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →