Kawasan Industri Sriwijaya CBD Dikembangkan dengan Sistim Klaster

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 September 2017 - 09:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kawasan Industri Sriwijaya CBD di Palembang, Sumatera Selatan, dikembangkan dengan sistim klaster yang lengkap, terdiri dari klaster industri, klaster komersial dan juga klaster residensial.

“Karena itu, kedepan, Sriwijaya CBD ini bakal menjadi pusat bisnis terpadu yang berlokasi strategis di dalam kota Palembang,” ujar Intan Fauzi, Direktur PT Fauzi Panca Manunggal.

Intan Fauzi menjelaskan hal tersebut ketika mendampingi Imam Haryono, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI), menjadi pembicara utama di Jepang dalam forum “Investasi Kawasan Industri Indonesia di Luar Jawa” pada 13-15 September 2017.

Disamping itu, demikian Intan, kawasan Sriwijaya CBD juga dikembangkan dengan mempersiapkan fasilitas infrastruktur pendukung yang terintegrasi untuk memudahkan investor yang hendak berinvestasi.

“Adapun fasilitas pendukung yang terintegrasi itu adalah water treatment plant, sistim drainase, pengolahan limbah (IPAL) terpadu, ketersediaan, air, listrik, gas, serat optik, dan sebagainya untuk mendukung kegiatan produksi,” papar Intan.

Intan menuturkan, kawasan ini cocok untuk pengembangan komoditas, karet, sawit, kopi, batubara dan industri logam. Disamping itu, kawasan tersebut juga bagus untuk industri pengemasan, perakitan elektronik, perakitan otomotif, service otomotif karena lokasinya berada di pintu Tol trans Sumatera.

Intan mengungkapkan, kawasan Sriwijaya CBD tersebut juga dikembangkan dengan konsep green belt (kawasan hijau), sehingga lokasi kawasan industri tersebut dikelilingi oleh pepohonan yang rindang. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →