Sore ini, IHSG Ditutup pada Level 5.906

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 20 September 2017 - 18:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada posisi 5.906 pada akhir sesi kedua perdagangan Rabu (20/09/2017), naik 0,1% atau 5 poin dibandingkan penutupan pada satu hari sebelumnya di level 5.901.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.885-5.908. Ada 151 saham mengalami kenaikan harga, 307 saham turun, 141 saham stagnan dan 139 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi jual-beli saham hari ini tercatat sebesar Rp6,33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 8,04 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) senilai Rp46 miliar dengan volume penjualan sebanyak 26 juta unit saham.

Sebanyak lima dari 10 indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor industri dasar mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,93% atau 5,65 poin ke posisi 613. Kemudian diikuti oleh indeks sektor pertanian dan indeks sektor konsumer yang masing-masing meningkat 0,52% dan 0,49%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers pada perdagangan hari ini adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya naik 4,1% atau Rp110 menjadi Rp2.790 per unit, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang harganya meningkat 2,8% atau Rp875 menjadi Rp31.975 per unit dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang harganya terangkat 2,7% atau Rp1,825 menjadi Rp68.950 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya susut 5,4% atau Rp12 menjadi Rp212 per unit, saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya terpangkas 4,1% atau Rp425 menjadi Rp9.900 per unit dan saham PT Bank Jawa Barat Banten Tbk (BJBR) yang harganya turun 2,7% atau Rp70 menjadi Rp2.570 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →