Genjot Ekspor, Inilah Saran Kadin

Oleh : Ridwan | Selasa, 12 September 2017 - 15:22 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Bank Dunia telah memperkirakan 10 negara teratas dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi tahun ini. Kesepuluh negara tersebut adalah Ethiopia yang diprediksi tumbuh 8,3 persen, Uzbekistan 7,6 persen, Nepal 7,5 persen, India 7,2 persen, Tanzania 7,2 persen, Djibouti 7 persen, Laos 7 persen, Kamboja, Myanmar, dan Filipina masing-masing diprediksi 6,9 persen.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin, Benny Soetrisno mengatakan, data ini dapat digunakan Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

"Selama ini Indonesia tidak termasuk dalam kelompok pertumbuhan ekspor terhadap GDP yang besar, dan data ini merupakan sinyal baik untuk perbaikan ekspor," ungkap Benny di Jakarta (12/9/2017).

Ia menambahkan, beberapa produk yang mungkin didorong untuk ekspor ke negara-negara tersebut antara lain CPO dan turunannya, kopi dan coklat, kelapa, rumput laut, karet, kayu khusus manufaktur, sepatu olahraga, AA Tekstil dan produk tekstil, otomotif dan elektronik.

"Itu untuk negara yang sudah ada perjanjian bebas dagang, kalau negara di luar ASEAN yang belum ada FTA(Free Trade Agreement), maka pemerintah sebaiknya membuat perjanjian dagang secara bilateral dulu sehingga mudah akses pasarnya," ujarnya.

Benny menjelaskan, untuk negara-negara yang menjadi tujuan ekspor, pemerintah perlu melakukan perbaikan sehingga dapat mencapai angka ekspor yang besar. Diperlukan produk yang berkualitas standar internasional dan harga yang kompetitif.

"Setiap produk ada standard kualitas produknya dan ketika harga lebih murah dibanding pesaing, maka barang kita kemungkinan besar dipilih pembeli," kata Benny.

Hingga kini, menurut Benny, kinerja ekspor Indonesia cukup baik. Dengan India misalnya, memiliki perjanjian dagang yang lebih bebas. Kemudian, perdagangan dengan India hasilnya selalu surplus dengan ekspor tertinggi adalah CPO dan turunannya.

Lalu, dengan Filipina, karena sesama anggota ASEAN memiliki FTA, banyak barang telah diekspor. Alfa Mart juga sudah membuka hampir 300 gerai di sana.

"Terakhir dengan Pakistan, kita akan buka perdagangan yang lebih bebas antara lain, kita impor kapas dan jeruk, sedangkan kita akan mengekspor CPO dan produk turunannya," pungkas Benny.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →