Hari ini, IHSG Diprediksi Lanjutkan Tren Kenaikan Jangka Pendek

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 12 September 2017 - 09:24 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal lanjutkan tren kenaikan jangka pendek setelah Senin kemarin (11/09/2017) ditutup menguat di akhir perdagangan.

“Berkurangnya aksi jual para pelaku pasar sepanjang pekan lalu pada akhirnya mampu menahan proses penurunan indeks lebih lanjut. Akibatnya, muncul momentum positif yang pada akhirnya dapat kembali mendorong kenaikan indeks untuk breakout ke posisi 5.920,” papar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Selasa (12/09/2017).

Karena itu, demikian Yuganur, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan pada perdagangan hari ini, maka para pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang ini untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

Yuganur merekomendasikan BELI saham-saham PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Astra International Tbk (ASII), PT PP Properti Tbk (PPRO) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Secara teknikal, menurut Yuganur, BNLI, ASII dan PPRO pada saat ini sedang memasuki proses perbaikan tren harga untuk jangka pendek dan menengah. Kondisi tersebut membuat ketiga saham tersebut menjadi menarik untuk dikoleksi. BNLI berpeluang menembus rentang harga Rp745-790 per unit. Sedangkan ASII dan PPRO diprediksi dapat mencapai kisaran harga Rp8.250-8.450 per unit dan Rp240-290 per unit.

“Sementara itu, penurunan harga komoditas di pasar global ke titik terendah sepanjang 10 tahun terakhir ini serta valuasi sektoral yang sudah murah membuat PTBA menjadi menarik untuk diakumulasi. Saham produsen batu bara ini ditargetkan dapat mencapai kisaran harga Rp12.950-13.650 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →