Yield Obligasi Rendah Tingkatkan Kompetisi Negara dan Korporasi

Oleh : Wiyanto | Senin, 11 September 2017 - 18:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Yield Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan lebih rendah lagi dari yang sekarang di level 6,3%. Perkiraan tersebut karena ditunjang oleh rendahnya inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi year on year  sebesar 0,07% pada Agustus 2017.  

“Yield bisa turun lagi karena inflasi sudah rendah karena year to date sejak Januari hingga Agustus 2017, inflasi di posisi 3,8%,” kata Nanang Hendarsyah, Kepala Departemen Pegembangan Pasar  Keuangan BI di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Menurut dia, dengan perkiraan yield SUN akan turun akan berdampak pula ke yield obigasi korporasi. Sehingga penerbitan obligasi korporasi menjadi lebih murah. Walhasil dengan yield obligasi korporasi dan pemerintah murah, akan terjadi kompetisi yang sehat antara obligasi pemerintah dan korporsi.

Diyakini kompetisi yang sehat ini, akan mengurangi imej, penerbitan SUN merupakan penghalang perkembangan penerbitan obligasi korporasi.

“Akan lebih baik lagi bagi penerbitan obligasi korporasi dan meningkatkan kompetisi yang sehat. Kita secara level yield masih menarik,”katanya.

Diperkirakan potensi penerbitan obligasi korporasi akan tembus Rp130 triliun. Berdasarkan kompilasi data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), emisi obligasi konvensional dan sukuk sebesar Rp 93,96 triliun dari 48 emiten untuk periode Januari-31 Agustus 2017. Dibandingkan realisasi pencarian dana melalui emisi obligasi dan sukuk oleh 45 korporasi pada periode sama 2016 yang sebesar Rp 68,48 triliun, kini emisi obligasi meningkat 37,21 persen.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →