IHSG Diprediksi Naik, Tembus Level 5.870

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 08 September 2017 - 08:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -

Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan kembali menguat dan berupaya untuk menembus titik resistensi terdekat di level 5.870 setelah kemarin ditutup naik ke posisi 5.832.

Tekanan IHSG yang diupayakan menuju posisi 5.745 tampaknya mulai mereda seiring dengan munculnya momentum penguatan jangka pendek yang ditopang oleh pembelian saham-saham berkaputalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan, ujar Yuganur Winajarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Jumat (08/09/2017).

Yuganur mengemukakan, setelah tren penurunan IHSG mereda, saat ini ada skenario reli ke titik resistensi ke atas level 5.870, bahkan kemungkinan dapat menyentuh posisi 5.920, yang merupakan titik tertinggi baru.

Yuganur menjelaskan, dengan adanya potensi kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini, maka pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi beberapa saham. Yuganur merekomendasikan BELI saham-saham PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Secara teknikal, demikian Yuganur, BNLI, ASII dan PWON saat ini sedang memasuki proses perbaikan tren harga untuk jangka pendek dan jangka menengah. Karena itu, kondisi tersebut membuat ketiga saham tersebut menjadi menarik untuk diakumulasi. BNLI berpeluang menembus rentang harga Rp730-750 per unit. Harga ASII dan PWON berpotensi naik ke kisaran Rp7.950-8.050 per unit dan Rp700-730 per unit.

Sementara itu, penurunan harga komoditas ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir ini dan valuasi sektoralnya yang cukup murah mengakibatkan BUMI menjadi menarik untuk diakumulasi untuk jangka menengah. Harga produsen batubara kelompok usaha Bakrie tersebut diprediksi mencapai kisaran Rp270-300 per unit, pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →