Sinarmas AM Bentuk DPLK Pertama Milik Manajer Investasi, Bidik Aset Rp150 Miliar pada 2026

Oleh : Hariyanto | Rabu, 08 Juli 2026 - 13:14 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) resmi meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM), yang menjadi DPLK pertama di Indonesia yang didirikan oleh perusahaan manajer investasi. Kehadiran DPLK SAM diharapkan memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat basis investasi jangka panjang di pasar keuangan nasional.

Peluncuran DPLK SAM dilakukan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (3/7). Langkah ini juga sejalan dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong transformasi industri dana pensiun melalui digitalisasi layanan, peningkatan tata kelola, perluasan kepesertaan, serta penguatan investasi jangka panjang.

Direktur Utama Sinarmas AM, Alex Setyawan W.K., mengatakan pendirian DPLK merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab rendahnya tingkat kepesertaan dana pensiun di Indonesia, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan perencanaan keuangan berbasis digital.

"Peluncuran DPLK SAM bukan hanya ekspansi bisnis Sinarmas AM, tetapi juga bentuk kontribusi nyata kami dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat Indonesia. Sebagai Manajer Investasi pertama yang mendirikan DPLK, kami ingin menghadirkan layanan dana pensiun berbasis digital yang lebih modern, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini," ujar Alex.

DPLK SAM menawarkan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi peserta individu maupun institusi, Dana Kompensasi Pasca Kerja (DKPK), layanan pembayaran manfaat pensiun berkala, hingga dana pendidikan anak. Seluruh layanan tersebut didukung platform digital SimPensiun yang memungkinkan peserta melakukan pendaftaran, memantau perkembangan dana, mengubah pilihan investasi, hingga mengajukan pencairan manfaat secara daring.

Ketua Pengurus DPLK SAM, Stephanus Rudi Ok., menilai perubahan karakter generasi muda dan meningkatnya penetrasi teknologi menuntut industri dana pensiun menghadirkan layanan yang lebih fleksibel dan mudah diakses.

"Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital dan memiliki karakteristik investasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu kami menghadirkan DPLK yang mudah diakses melalui aplikasi, fleksibel, transparan, dan terjangkau. Kami ingin membangun kesadaran bahwa dana pensiun bukan sesuatu yang dipersiapkan menjelang usia pensiun, melainkan dimulai sejak pertama kali memperoleh penghasilan," kata Stephanus.

Ia menambahkan, DPLK SAM membuka akses bagi pekerja formal, pekerja informal, freelancer, wirausahawan muda hingga content creator dengan setoran mulai dari Rp50.000 per bulan.

Perseroan menilai prospek industri dana pensiun masih sangat besar. Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028, tingkat densitas industri dana pensiun pada akhir 2023 baru mencapai 18,94% dari total 147,7 juta angkatan kerja. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan, terutama di kalangan pekerja informal yang belum memiliki perencanaan pensiun.

Untuk tahun pertama operasional pada 2026, DPLK SAM menargetkan mampu menghimpun aset kelolaan sebesar Rp150 miliar dengan jumlah peserta mencapai 15.000 orang. Target tersebut akan didorong melalui edukasi dan literasi keuangan, pengembangan layanan digital, serta pemanfaatan jaringan distribusi dan pemasaran yang dimiliki Sinarmas AM.

Alex optimistis kombinasi kekuatan investasi, teknologi, dan edukasi keuangan akan menjadi fondasi pertumbuhan bisnis dana pensiun ke depan.

"Kami percaya masa depan industri dana pensiun Indonesia sangat besar. Dengan kombinasi kekuatan investasi, teknologi digital, dan edukasi keuangan yang berkelanjutan, DPLK SAM ingin menjadi mitra terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam mewujudkan hari tua yang lebih nyaman, tenang dan sejahtera," tuturnya.

DPLK SAM memperoleh pengesahan dari OJK pada 5 Juni 2026. Sementara itu, Sinarmas AM sebagai perusahaan pendiri tercatat berada dalam jajaran lima besar manajer investasi di Indonesia dengan total aset kelolaan mencapai Rp64,8 triliun per Februari 2026 yang berasal dari 34 produk reksa dana, DIRE, dan kontrak pengelolaan dana.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →