Bidik Jadi Pusat Keuangan Eurasia, Kirgizstan Resmikan Tamchy SFIT dengan Pajak 0% Selama 49 Tahun
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kirgizstan resmi membuka babak baru dalam pengembangan sektor jasa keuangan dengan meluncurkan Tamchy Special Financial Investment Territory (SFIT), kawasan yurisdiksi keuangan internasional yang dibangun di kawasan Danau Issyk-Kul. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat investasi baru di kawasan Eurasia.
Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Kirgizstan, Sadyr Japarov, Sabtu (4/7), melalui seremoni simbolis dengan menekan tombol berbentuk geotag sebagai penanda Tamchy SFIT resmi masuk dalam peta pusat keuangan dunia.
Sejumlah perusahaan internasional dari Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Swiss, dan Kazakhstan tercatat sebagai penghuni perdana kawasan tersebut. Sementara itu, sekitar 20 perusahaan lain dari berbagai negara masih menjalani proses untuk memperoleh status sebagai penghuni Tamchy SFIT.
Dalam sambutannya, Japarov mengatakan perubahan lanskap ekonomi global mendorong kebutuhan akan pusat-pusat bisnis baru yang mampu menawarkan kepastian hukum, standar internasional, serta ruang inovasi bagi pelaku usaha.
"Perubahan ekonomi global mendorong kebutuhan akan pusat-pusat bisnis baru yang mampu menghadirkan standar internasional, kebebasan berinovasi, serta kepastian bagi investasi jangka panjang. Tamchy SFIT merupakan proyek nasional sekaligus jawaban kami terhadap kebutuhan pelaku usaha global," ujar Japarov.
Ia menambahkan, pembangunan kawasan tersebut sejak awal dirancang dengan sistem peradilan yang independen, regulator modern, serta regulasi yang konsisten agar mampu memberikan kepastian bagi investor.
"Saya yakin Tamchy SFIT akan membuka babak baru dalam sejarah Kirgizstan," katanya.
Tamchy SFIT mengadopsi sistem English Common Law sebagai landasan hukum. Kawasan ini juga didukung regulator keuangan independen, International Dispute Resolution Centre, serta sistem registrasi digital terpadu (single-window digital registrar).
Sebagai daya tarik investasi, pemerintah menawarkan berbagai insentif, termasuk tarif pajak 0 persen atas laba perusahaan, dividen, capital gain, dan PPN selama 49 tahun. Investor asing juga diperbolehkan memiliki perusahaan hingga 100 persen serta bebas melakukan repatriasi keuntungan.
Kawasan seluas sekitar 6.000 hektare tersebut telah memiliki pusat bisnis yang beroperasi penuh. Adapun pembangunan hotel dan kawasan hunian masih terus berlangsung. Lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Issyk-Kul diharapkan memperkuat konektivitas bisnis internasional.
First Deputy Chairman of the Tamchy SFIT Management Council, Ali Ijaz Ahmad, mengatakan kawasan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor global melalui kepastian regulasi dan tata kelola yang independen.
"Pusat keuangan kelas dunia dibangun dengan memahami kebutuhan investor dan pelaku usaha internasional. Tamchy SFIT menawarkan platform yang terpercaya, fleksibel, dan siap mendukung investasi bagi perusahaan yang ingin bertumbuh secara berkelanjutan," ujar Ahmad.
Menurutnya, kawasan itu mengacu pada standar internasional terbaik dengan landasan English Common Law serta menempati posisi strategis di persimpangan lima negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) dan koridor Eurasia.
"Tamchy SFIT menghadirkan yurisdiksi yang netral, independen, dan dirancang untuk keberlanjutan jangka panjang," katanya.
Salah satu penghuni perdana kawasan tersebut adalah Serim. CEO Serim, Seo Dong Hyun, mengatakan kepastian hukum menjadi alasan utama perusahaannya menjadikan Tamchy SFIT sebagai basis investasi jangka panjang.
"Selama tiga puluh tahun terakhir berinvestasi di industri semikonduktor, teknologi tinggi, dan energi, saya semakin memahami bahwa kepastian hukum dan kepercayaan terhadap sistem regulasi merupakan fondasi bagi investasi jangka panjang," ujar Seo.
Ia menilai kecepatan pembangunan kawasan tersebut menjadi salah satu keunggulan Tamchy SFIT dibandingkan yurisdiksi lain.
"Prinsip-prinsip inilah yang menjadi dasar pendirian Tamchy SFIT. Hal yang sangat menonjol adalah proyek sebesar ini dapat diwujudkan hanya dalam satu tahun, lebih cepat dibandingkan yurisdiksi mana pun yang saya ketahui. Hari ini, saya mendaftarkan perusahaan induk keluarga saya di sini. Bagi saya, ini bukan investasi untuk hitungan tahun, melainkan untuk generasi mendatang," katanya.
Pemerintah Kirgizstan menargetkan Tamchy SFIT mampu menarik sekitar 4.000 perusahaan hingga 2035 dan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja.
Selama periode 2026–2035, kawasan tersebut diperkirakan memberikan kontribusi ekonomi sekitar US$20 miliar sekaligus memperkuat posisi Kirgizstan sebagai salah satu gerbang investasi di kawasan Eurasia.