BTSE Group Masuk Indonesia, Bidik Peluang Besar Industri Kripto Teregulasi

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:52 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – BTSE Group resmi memperluas ekspansinya ke pasar Indonesia dengan meluncurkan BTSE Indonesia, bursa aset digital dan aset kripto yang telah mengantongi izin sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini dilakukan melalui skema joint venture dengan PT Aset Kripto Internasional, menyusul keberhasilan rebranding platform NVX.

Masuknya BTSE Indonesia mempertegas persaingan industri aset digital yang semakin mengandalkan kepastian regulasi sebagai daya tarik utama. Dengan status sebagai bursa yang telah memperoleh izin OJK, perusahaan dapat menawarkan layanan perdagangan aset kripto yang sesuai dengan ketentuan regulator, sekaligus memperkuat perlindungan aset pelanggan, kepatuhan terhadap aturan anti pencucian uang, serta transparansi operasional.

Dalam kerja sama tersebut, BTSE Group akan menyediakan infrastruktur perdagangan global yang mencakup teknologi bursa, likuiditas yang mendalam, serta sistem perdagangan berstandar internasional. Sementara itu, BTSE Indonesia akan berfokus pada pengembangan pasar domestik melalui akuisisi pengguna, pemasaran, kemitraan strategis, dan penguatan jaringan bisnis di Indonesia.

Izin sebagai PAKD juga membuka peluang bagi BTSE Indonesia untuk bermitra dengan perbankan nasional dan penyedia layanan pembayaran, sehingga dapat menyediakan fasilitas setor dan tarik dana dalam Rupiah, konversi mata uang, serta pasangan perdagangan berbasis rupiah. Kapabilitas tersebut dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas adopsi aset kripto di pasar domestik.

Selain itu, lisensi yang dimiliki juga memungkinkan perusahaan mengembangkan portofolio layanan, termasuk potensi menghadirkan perdagangan futures dan berbagai produk keuangan digital lainnya sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Chief Operating Officer BTSE Group, Jeff Mei, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri kripto di kawasan Asia karena didukung oleh jumlah penduduk yang besar, tingginya permintaan pasar, serta semakin jelasnya kerangka regulasi.

"Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi pusat kripto besar berikutnya di Asia; populasinya, permintaannya, dan kini juga kerangka regulasinya. Yang dibutuhkan sekarang adalah kombinasi yang tepat antara infrastruktur global dan keahlian lokal. Itulah tepatnya yang dihadirkan oleh joint venture ini," ujar Jeff Mei pada Jumat (3/7/2026)..

Sementara itu, Chief Strategy Officer BTSE Indonesia Stephanie Kusnadi mengatakan kolaborasi dengan BTSE Group menjadi tonggak baru bagi pengembangan industri aset digital nasional. Menurutnya, perpaduan pengalaman global dan pemahaman terhadap pasar lokal akan memperkuat daya saing perusahaan di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"Integrasi dengan BTSE menandai babak baru bagi aset digital di Indonesia. Dengan keahlian lokal yang mendalam serta dukungan dari salah satu exchange global terkemuka, BTSE Indonesia berada pada posisi yang unik untuk menghadirkan platform perdagangan yang aman, kompetitif, dan sepenuhnya mematuhi regulasi lokal. Kami antusias menghadirkan standar global kepada para pengguna di Indonesia serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," kata Stephanie.

BTSE Group sendiri merupakan perusahaan teknologi blockchain global yang memiliki tiga lini bisnis utama, yakni exchange, pembayaran, dan pengembangan infrastruktur. Platform bursa miliknya mendukung lebih dari 350 aset kripto serta lebih dari 100 kontrak perpetual futures dengan volume transaksi bulanan yang diklaim melampaui US$30 miliar. Selain itu, perusahaan juga menyediakan layanan pembayaran fiat dan kripto, layanan over-the-counter (OTC), serta solusi white-label untuk pelaku industri aset digital.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →