BRIN–Rosatom Dorong Peta Jalan Baru Pengembangan SDM Nuklir Indonesia
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Di sela pelaksanaan Obninsk Tech Nuclear Education Week 2026, forum internasional yang menjadi ruang diskusi dan kolaborasi pengembangan talenta nuklir muda dunia, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM Iptek) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edy Giri Rachman Putra, melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi Direktur Jenderal SDM Rosatom State Corporation, Tatiana Terentyeva, pada Sabtu (27/6).
Pertemuan tersebut menegaskan kelanjutan dan pendalaman kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang nuklir antara Indonesia dan Rusia, sekaligus membahas capaian program yang telah berjalan serta arah penguatan ke depan.
Tatiana Terentyeva menyampaikan apresiasi atas kemajuan kolaborasi yang telah terbangun dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pengiriman mahasiswa Indonesia untuk studi lanjut di bidang nuklir.
“Setelah kerja sama dan kepercayaan kedua belah pihak terbangun, maka kita akan melangkah ke tahap berikutnya, yaitu melakukan deep session and discussion untuk membahas alur penguatan dan implementasi kerja sama serta komitmen bersama dalam membuat peta jalan pengembangan SDM nuklir di Indonesia yang lebih komprehensif,” ujar Tatiana.
Ia juga menyoroti berbagai capaian konkret, seperti partisipasi sembilan mahasiswa Indonesia dalam program S2 dan S3 berbasis Degree by Research (DbR) di Tomsk Polytechnic University, keterlibatan dalam Joint Working Group on Human Resource Development, penyelenggaraan Indonesia HackAtom 2025, serta partisipasi dalam agenda internasional seperti Rosatom Science Festival 2026, Atom Expo, dan World Atomic Week.
Dari pihak Indonesia, Edy Giri Rachman Putra menegaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan kebijakan nasional dalam pengembangan talenta riset dan inovasi.
Ia menyampaikan bahwa Indonesia telah mengimplementasikan kebijakan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional sebagai pendekatan sistematis untuk mencetak SDM unggul di bidang iptek.
“Upaya ini dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, mulai dari pembibitan talenta muda, pengembangan talenta potensial, hingga pematangan talenta unggul di bidang riset dan inovasi,” kata Edy Giri.
Ia menambahkan bahwa nuklir dan teknologi radiasi menjadi salah satu fokus strategis dalam pengembangan riset nasional, dengan dukungan skema pendidikan lanjutan seperti beasiswa S2 dan S3, Degree by Research, serta mobilitas SDM iptek melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan mitra internasional.
“BRIN bersama Poltek Nuklir, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung akan terus memperluas kerja sama pengembangan SDM nuklir dengan berbagai institusi global, termasuk Lomonosov Moscow State University, National Research Nuclear University, St. Petersburg University, serta memperkuat kemitraan yang sudah berjalan dengan Rosatom Technical Academy dan Tomsk Polytechnic University,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keberlanjutan pelatihan reguler di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional di bidang teknologi nuklir.
Sebagai catatan, kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Rosatom telah berlangsung dalam skema single window in the whole science and technology, yang juga mencakup bidang teknologi penerbangan dan antariksa.
Program pengembangan SDM nuklir ini telah berjalan sejak 2015 melalui kerja sama dengan BATAN sebelum integrasi ke BRIN, termasuk dalam kerangka Joint Commission Committee (JCC) pada 17 Desember 2020.
Sejak transformasi kelembagaan BRIN, penguatan kerja sama SDM nuklir terus dilanjutkan melalui Joint Working Group on Human Resource Development serta program pendidikan lanjut dan mobilitas akademik bersama mitra internasional