BRIN Perluas Literasi Riset Mahasiswa IPB melalui Eksplorasi Ekosistem Inovasi Nasional

Oleh : Candra Mata | Selasa, 30 Juni 2026 - 08:16 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ruang pertemuan di Kawasan Administrasi BRIN, Gedung B.J. Habibie, Thamrin, Jakarta, dipenuhi semangat muda pada Senin (29/6). Puluhan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) hadir untuk mengenal lebih dekat ekosistem riset nasional, mulai dari fasilitas penelitian, pengembangan talenta, hingga peluang berkarier di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kunjungan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana riset tidak hanya berlangsung di laboratorium, tetapi juga terhubung dengan pengembangan sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Asisten Direktur Bidang Karakter, Organisasi, Olahraga, dan Kesenian Mahasiswa IPB, Muh. Faturokhman, mengapresiasi kesempatan yang diberikan BRIN kepada mahasiswa.

"Kami berharap kunjungan ini dapat memperluas literasi dan wawasan mahasiswa. Melalui paparan dari para narasumber BRIN, mereka memperoleh insight baru yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kepemimpinan, organisasi, dan inovasi," ujarnya.

Dalam paparannya, Sekretaris Deputi Sumber Daya Manusia Iptek (SDMI) BRIN, Nining Setyowati Dwi Andayani, menjelaskan bahwa BRIN memiliki pusat administrasi dan manajemen di kawasan Thamrin, Jakarta, serta jaringan kawasan riset yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Gatot Subroto, Cibinong, Serpong, Bandung, Yogyakarta, Mataram, dan daerah lainnya.

Menurut Nining, luasnya bidang penelitian yang dikelola BRIN membuka ruang kolaborasi bagi sivitas akademika.

"Mahasiswa dapat mengenal secara langsung berbagai fasilitas dan aktivitas penelitian BRIN melalui program ekskursi maupun kolaborasi riset di berbagai kawasan sains dan teknologi," jelasnya.

Selain memperkenalkan aktivitas penelitian, BRIN juga memaparkan berbagai program pengembangan talenta dan peluang karier bagi generasi muda. 

Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (BOSDM) BRIN, Ratih Retno Wulandari, mengatakan bahwa BRIN terus berupaya menghadirkan talenta terbaik untuk memperkuat ekosistem riset nasional.

Sejak 2021, BRIN telah merekrut sekitar 490 peneliti bergelar doktor melalui jalur diaspora, lulusan terbaik, dan seleksi umum. 

Untuk tahun 2026, BRIN mengusulkan sekitar 500 formasi CPNS dengan kebutuhan yang semakin beragam, tidak hanya bagi peneliti dan perekayasa, tetapi juga profesi pendukung seperti analis kebijakan, perencana, arsiparis, statistisi, analis hukum, asesor SDM, hingga tenaga pelaksana bidang nuklir.

"BRIN kini terbuka tidak hanya bagi peneliti bergelar doktor, tetapi juga berbagai profesi pendukung yang berperan dalam membangun ekosistem riset nasional," terang Ratih.

Sementara itu, Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menekankan bahwa kompetensi seorang periset tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, manajemen proyek, kemampuan memecahkan masalah, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Menurutnya, BRIN telah menyiapkan ekosistem yang mendukung pengembangan talenta melalui fasilitas riset modern, pendanaan penelitian, hingga jejaring kolaborasi internasional.

"Mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkembang bersama BRIN, baik sebagai peneliti maupun technopreneur yang mampu menghilirkan hasil riset menjadi produk inovatif," kata Ajeng.

Ia menambahkan, jalur pengembangan talenta di BRIN dirancang secara berkelanjutan, mulai dari program magang riset, tugas akhir, Talenta Wirausaha Teknologi, Degree by Research jenjang magister dan doktor, kolaborasi global, hingga pendanaan startup berbasis hasil riset melalui program RM Startup.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Distribusi Informasi Publik BKPUK BRIN, Dodi Rosadi, memaparkan peran strategis BRIN sebagai penggerak utama ekosistem riset dan inovasi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Dodi, BRIN tidak hanya mengembangkan riset dasar, tetapi juga mendorong pemanfaatan hasil penelitian bagi UMKM, koperasi desa, kampung nelayan, technopark, hingga kolaborasi teknologi dengan mitra internasional.

"Cakupan riset BRIN sangat luas, meliputi sumber daya alam, lingkungan, kebumian, maritim, biodiversitas, kesehatan, bioteknologi, farmasi, vaksin, hingga kesehatan masyarakat. Hal ini membuka peluang kolaborasi bagi akademisi dari berbagai disiplin ilmu," paparnya.

Bagi para mahasiswa, kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang memperlihatkan bahwa dunia riset menawarkan ruang kontribusi yang luas bagi berbagai disiplin ilmu.

Perwakilan mahasiswa Pionir Muda IPB, Dedi Kusuma Hidayat, berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk terus berinovasi.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar dan pengembangan diri. Semoga pengalaman yang kami peroleh dapat menginspirasi kami untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.

Melalui kunjungan ini, BRIN tidak hanya memperkenalkan wajah riset Indonesia kepada generasi muda, tetapi juga membuka cakrawala bahwa masa depan inovasi nasional dibangun melalui kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan talenta-talenta muda yang siap berkontribusi.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →