Cerita dari Tanah Suci Petugas Haji Media Center Daker Bandara
INDUSTRY.co.id - Jakarta-Ada sebuah cerita menarik dari salah satu petugas Haji Media Center Haji Daker Bandara. Perjalanan ibadah yang sangat sakral dan spriritual sekaligus menjadi petugas Haji.
“Rasanya seperti tidak percaya dan luar biasa takjub, karena doal yang saya panjatkan pada saat umrah di akhir tahun 2024 agar bisa Kembali ke tanah suci bisa terwujud atas Ridho dan Kuasa Allah SWT. Tidak hanya itu, saya juga langsung teringat sahabat saya yang juga Jurnalis Aiman Witjaksono (kini Pemred Inews TV) yang juga sempat mendoakan saya di Multazam, agar saya bisa segera Berhaji ke Tanah Suci, rupanya doa sahabat saya Aiman Witjaksono tersebut dikabulkan oleh Allah SWT, hingga membuat saya bisa berada di tanah suci untuk menjalankan ibadah suci Haji 2026. Saya sangat bersyukur dan dalam hati kecil selalu berucap Alhamdulillahirobbil alamin. Rasanya sulit lagi dijelaskan dengan kata-kata,” jelas Ferdi Setiawan, M.IKom (Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV & Sinpo.id) di Madinah, Sabtu (27/6/2026).
Ia menceritakan pertama kali lihat Ka'bah, ada rasa haru dan mata tak kuasa meneteskan air mata, bukan karena sedih, tapi karena merasa Allah benar-benar mengundangnya.
Banyak moment yang membuat dia dalam kondisi tersebut.
Yang pertama saat wukuf di Arafah, dia terdiam cukup lama. Ia membayangkan perjalanan hidupnya dari kecil sampai hari ini. Rasanya seperti melihat kembali seluruh kehidupan dalam satu waktu. Banyak dosa, maksiat, mudharat dan kekhilafan yang pernah saya alami atau Jalani, Saya rasakan sangat berat mengungkapkannya ke Allah. Seraya memohon ampun dengan bersungguh sungguh, ia juga meminta agar diberi kesempatan untuk bisa menjadi orang beriman, bertaqwa dan jauh dari perbuatan hina hingga menjadi orang yang lebih baik secara iman dan islam.
Yang kedua, pada saat Wukuf ia mendapat video call dari istri yang mengabarkan bahwa Ibu Ferdi sedang kritis di Rumah Sakit. Pada saat itu keluarga di kampung sudah berkumpul dan bahkan memintanya untuk mengikhlaskan Ibu.
“Pada saat itu, saya seperti “NGEFREZZE”, hanya terus menatap wajah ibu saya melalui HP. Disaat itulah, saya berdoa kepada Allah di siang hari Wukuf, meminta keajaiban agar ibu saya disembuhkan dipulihkan agar saya masih bisa bertemu Ibu pada saat selesai tugas sebagai petugas haji. Moment yang tak bisa terlupakan pada saat saya LIVE REPORT Wukuf di SINPO TV, saya tak kuasa menahan tangis, karena mengingat Ibu saya yang masih belum ada kabar dari keluarga di Indonesia. (Note) Ibu saya wafat pada tanggal 20 Juni 2026, saat saya masih bertugas melayani jemaah haji di tanah suci. Saya tidak bisa mengiringi pemakaman almarhumah ibu, karena harus melayani tamu Allah. Semua sudah kehendakNya, dan saya meyakini Allah akan siapkan surga untuk Ibu saya,” tuturnya.
Terkait perjalanan ibadah Haji, menurut dia, Ini perjalanan untuk pulang kepada Allah dengan hati yang lebih bersih. Haji Adalah panggilan kepada semua umat Islam, termasuk dia.
“Saya terasa masih tak percaya sudah menyandang predikat Haji,sebuah sebutan yang sangat berat dalam menjalaninya kedepan pasca haji,” jelasnya.