Purbaya Ungkap 5 Strategi Perkuat Investasi Korea Selatan, dari Hilirisasi Nikel hingga Infrastruktur

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:18 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan ekonomi dengan Korea Selatan melalui lima prioritas strategis yang difokuskan pada peningkatan investasi, perdagangan, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Korea-Indonesia Economic Partnership Forum 2026 di Jakarta, Jumat (26/6). 

Di hadapan pelaku usaha dan perwakilan diplomatik kedua negara, Purbaya menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat meski ketidakpastian global masih membayangi.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali sebesar 3,08 persen. 

Menurut Purbaya, capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang tetap terjaga dibandingkan sejumlah negara lain.

"Kinerja ekonomi Indonesia tetap lebih kuat dibandingkan beberapa negara sejawat lainnya. Resiliensi ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan inflasi yang relatif rendah," ujar Purbaya.

Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, pemerintah juga mencatat surplus neraca perdagangan yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026. 

Cadangan devisa pun berada pada level yang setara dengan 5,5 bulan impor, sementara penyaluran kredit perbankan masih tumbuh pada kisaran dua digit dengan likuiditas sistem keuangan yang tetap aman.

Untuk mendorong investasi Korea Selatan, Kementerian Keuangan menawarkan lima langkah strategis. 

Pertama, mempercepat realisasi investasi melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam Bottlenecking Task Force guna menyelesaikan berbagai hambatan regulasi maupun operasional. 

Pemerintah menyatakan proses penyelesaian kendala investasi tersebut dipantau langsung oleh Presiden agar tercipta kepastian berusaha.

Langkah kedua adalah mengoptimalkan implementasi Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), terutama melalui pemanfaatan fasilitas pembebasan dan penurunan tarif guna meningkatkan perdagangan bilateral serta memperkuat integrasi rantai pasok.

Strategi ketiga diarahkan pada pemanfaatan maksimal fasilitas Economic Development Cooperation Fund (EDCF) senilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat untuk periode 2022–2026. 

Dana tersebut diproyeksikan mendukung pembangunan infrastruktur prioritas, mulai dari penyediaan air bersih, sanitasi, teknologi informasi dan komunikasi, hingga pengembangan kota pintar (smart city).

Di sektor industri masa depan, pemerintah juga mendorong kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. 

Indonesia mengajak perusahaan-perusahaan Korea Selatan mengombinasikan keunggulan teknologi dengan potensi mineral kritis nasional, khususnya nikel, yang memasok sekitar 50–60 persen kebutuhan global, untuk membangun rantai industri baterai yang terintegrasi.

Adapun strategi kelima menitikberatkan pada penguatan kepastian kebijakan, disiplin fiskal, pembangunan ekonomi hijau, serta penciptaan regulasi yang semakin kompetitif guna menarik investasi jangka panjang.

Purbaya meyakini penguatan kerja sama ekonomi kedua negara akan memberikan manfaat yang saling menguntungkan.

"Saya sangat yakin bahwa kerja sama yang lebih dalam dengan Korea Selatan melalui kerangka perdagangan yang maju, pembiayaan infrastruktur strategis, dan ekosistem baterai sirkular yang berkelanjutan akan memberikan manfaat yang berarti bagi kedua negara," pungkasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →