Menko Airlangga Gelontorkan Stimulus Rp26,34 Triliun pada Semester II 2026, Fokus Jaga Konsumsi dan Serap Tenaga Kerja

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 Juni 2026 - 15:40 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk semester II-2026 sebagai langkah menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Paket tersebut diarahkan untuk menopang konsumsi rumah tangga, memperkuat dunia usaha, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dinamika geopolitik global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, masih membayangi pasar dan perekonomian dunia. Karena itu, pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko terhadap ekonomi domestik.

“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden,” ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6).

Paket stimulus tersebut dibagi ke dalam tiga pilar utama. Pilar pertama berfokus pada penguatan konsumsi dan dukungan bagi dunia usaha. Pemerintah memberikan insentif pajak bagi penulis nasional melalui penerapan tarif PPh final royalti sebesar 1,5%.

Selain itu, pemerintah kembali menggelontorkan insentif transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru. Untuk libur sekolah, diskon tiket kereta api sebesar 30% berlaku pada 20 Juni-5 Juli 2026, sementara tarif dasar kapal Pelni dipangkas 30% pada 20 Juni-15 Agustus 2026. Pemerintah juga membebaskan tarif jasa kepelabuhan ASDP dan menanggung penuh PPN tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Program tersebut menelan anggaran Rp663,2 miliar dan ditargetkan menjangkau lebih dari 5 juta penumpang.

Insentif serupa kembali diberikan saat periode Natal dan Tahun Baru dengan total anggaran Rp883,4 miliar. Program tersebut menyasar sekitar 6,5 juta penumpang guna mendorong mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi pada akhir tahun.

Dari sisi industri, pemerintah menetapkan bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan bahan baku plastik. Kebijakan tersebut diproyeksikan menciptakan manfaat ekonomi mencapai Rp2,25 triliun melalui penurunan biaya produksi dan efek berganda terhadap sektor terkait. Sebelumnya, pemerintah juga telah memangkas tarif bea masuk suku cadang pesawat menjadi nol persen guna mendukung daya saing industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO).

Pada pilar kedua, pemerintah mengalokasikan Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional tahap II yang dimulai Juli 2026. Program tersebut ditujukan bagi 150.000 lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki pasar kerja.

Di saat yang sama, pemerintah menggelontorkan Rp2,12 triliun untuk program pelatihan vokasi. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kompetensi 220.000 lulusan SMK serta memberikan pelatihan ulang kepada 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sementara itu, pilar ketiga diarahkan untuk memperkuat jaring pengaman sosial melalui bantuan pangan. Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan mulai Juli 2026 dengan anggaran Rp17,54 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan stabilisasi harga dan pasokan kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe. Bantuan maksimal Rp2.000 per kilogram diberikan untuk kuota tahap pertama sebesar 250.000 ton, terutama di wilayah yang harga kedelainya berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).

Menko Airlangga menegaskan total stimulus yang digelontorkan pemerintah pada paruh kedua tahun ini mencapai Rp26,34 triliun. Dana tersebut terdiri atas insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp18,04 triliun.

“Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk di semester kedua ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun, terdiri dari stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun, anggaran Magang dan Vokasi sekitar Rp6,26 triliun dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” pungkas Menko Airlangga.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →