4 Motor Listrik Dibawah Rp7 Juta: Harga Subsidi, Spesifikasi, Tips Beli

Oleh : Nata Kesuma | Selasa, 23 Juni 2026 - 04:59 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

Apa Itu Motor Listrik Subsidi?

Motor listrik subsidi adalah sepeda motor berbasis baterai yang mendapat potongan harga Rp7 juta dari pemerintah Indonesia. Program ini dilanjutkan di 2025 untuk kendaraan yang diproduksi dalam negeri dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 40%. Pembeli juga mendapat keuntungan pajak tahunan Rp0, sehingga total pengeluaran jauh lebih hemat dibanding motor konvensional.

Dengan subsidi tersebut, beberapa motor listrik bisa didapat dengan harga di bawah Rp7 juta. Berikut daftar lengkapnya berdasarkan data dari Kemenperin melalui situs Sisapira.

Motor Listrik di Bawah Rp7 Juta (Setelah Subsidi)

1. Exotic Sterrato — Rp5.590.000

Produsen: PT Roda Pasifik Mandiri

Motor: 800W

Baterai: Lead-acid 48V

Jarak tempuh: ±40 km per charge

Kecepatan maksimum: 50 km/jam

Cocok untuk: Komuter jarak dekat, ibu rumah tangga, penggunaan harian ringan

Keunggulan: Motor listrik termurah di Indonesia setelah subsidi. Desain skutik simpel dan ringan, cocok untuk mobilitas harian di dalam kota.

2. Exotic Vito — Rp5.790.000

Produsen: PT Roda Pasifik Mandiri

Motor: 800W

Baterai: Lead-acid 48V

Jarak tempuh: ±40–50 km per charge

Kecepatan maksimum: 50 km/jam

Cocok untuk: Anak sekolah, mahasiswa, komuter ringan

Keunggulan: Harga sangat terjangkau dengan desain yang lebih stylish dari Sterrato. Pilihan tepat untuk yang baru pertama pakai motor listrik.

3. Exotic Mizone — Rp6.190.000

Produsen: PT Roda Pasifik Mandiri

Motor: 1.000W

Baterai: 48V (lead-acid)

Jarak tempuh: ±60 km per charge

Kecepatan maksimum: 75 km/jam

Bobot: 96 kg (kapasitas beban 150 kg)

Cocok untuk: Komuter perkantoran, pengemudi ojol

Keunggulan: Performa terbaik di kelas harga bawah Rp7 juta. Motor 1.000W dengan kecepatan hingga 75 km/jam dan jarak tempuh 60 km — jauh lebih bertenaga dari kompetitor seharga.

4. Greentech Scood VRLA — Rp7.500.000

Produsen: PT Greentech Global Engineering

Motor: 1.500W

Baterai: KK Super Graphene 72V 32Ah

Jarak tempuh: ±100 km per charge

Kecepatan maksimum: 65 km/jam

Bobot: 91,5 kg (kapasitas beban 175 kg)

Rem: Cakram depan dan belakang

Garansi baterai: 15 bulan

Cocok untuk: Komuter jarak menengah, pengemudi ojol

Keunggulan: Jarak tempuh terjauh di kelas bawah Rp8 juta — hingga 100 km per charge. Baterai Graphene yang lebih awet dari lead-acid biasa.

Yang Mendekati Rp7 Juta (Setelah Subsidi)

Jika budget bisa sedikit lebih longgar, berikut motor listrik subsidi yang harganya mendekati atau sedikit di atas Rp7 juta:

  • Exotic Sprinter: Rp7.990.000 — desain sporty, cocok untuk anak muda
  • Uwinfly N9 Pro: Rp8.299.000 — brand populer dengan jaringan dealer luas
  • MX 1200 AT (United): Rp8.800.000 — motor 1.200W, performa lebih galak
  • Greentech Aero: Rp8.904.000 — desain futuristik, baterai Graphene
  • Greentech Scood (lithium): Rp9.579.000 — versi lithium dari Scood VRLA
  • Volta 401: Rp9.950.000 — ekosistem swap battery (SPBKLU)

Cara Mendapatkan Subsidi Rp7 Juta

  • Situs resmi: Daftar melalui Sisapira (Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua) di Kemenperin
  • Syarat: WNI dengan KTP elektronik
  • Mekanisme: Subsidi langsung dipotong dari harga jual di dealer resmi
  • TKDN: Motor harus memiliki kandungan lokal minimal 40%
  • Kuota: Terbatas per daerah — segera cek ketersediaan di kotamu
  • Integrasi: Sisapira sudah terintegrasi dengan data Kemenperin dan Kemendagri — cukup bermodalkan KTP

Tips Membeli Motor Listrik Subsidi

  • Cek harga setelah subsidi: Harga di atas sudah termasuk potongan subsidi Rp7 juta. Pastikan dealer tidak menaikkan harga sebelum subsidi.
  • Prioritaskan lithium: Baterai lithium (LiFePO4) lebih awet 3–5 tahun dibanding lead-acid (1–2 tahun). Tapi motor bawah Rp7 juta umumnya masih pakai lead-acid.
  • Tanya garansi baterai: Minimal 12–15 bulan. Baterai adalah komponen termahal.
  • Jaringan dealer: Pastikan merek yang dipilih punya dealer atau service center di kotamu. Exotic dan Greentech punya jaringan cukup luas.
  • Hitung biaya operasional: Motor listrik menghabiskan listrik sekitar Rp1.000–Rp2.000 per charge (±Rp50–100/km), jauh lebih murah dari bensin (±Rp300–500/km).
  • Cek kapasitas beban: Perhatikan kapasitas beban maksimal, terutama jika sering boncengan.

FAQ Motor Listrik Subsidi

Motor listrik subsidi mana yang paling murah?

Exotic Sterrato seharga Rp5.590.000 (setelah subsidi) adalah yang paling terjangkau. Untuk performa lebih baik, Exotic Mizone Rp6.190.000 menawarkan motor 1.000W dengan kecepatan hingga 75 km/jam.

Apakah subsidi Rp7 juta masih berlaku di 2025?

Ya, pemerintah melanjutkan program subsidi motor listrik di 2025. Cek ketersediaan kuota di situs Sisapira karena kuota per daerah berbeda-beda.

Berapa biaya listrik per bulan untuk motor listrik?

Dengan asumsi pemakaian harian 20 km, estimasi biaya listrik bulanan sekitar Rp30.000–Rp50.000/bulan. Bandingkan dengan motor bensin yang bisa habis Rp150.000–Rp300.000/bulan untuk jarak tempuh sama.

Motor listrik mana yang jarak tempuhnya paling jauh?

Greentech Scood VRLA menempuh hingga 100 km per charge dengan harga Rp7.500.000. Ini jarak tempuh terjauh di kelas harga bawah Rp8 juta.

Takeaways

  • Ada 4 motor listrik subsidi di bawah Rp7 juta: Exotic Sterrato (Rp5,59 jt), Exotic Vito (Rp5,79 jt), Exotic Mizone (Rp6,19 jt), dan Greentech Scood VRLA (Rp7,5 jt).
  • Subsidi Rp7 juta dari pemerintah langsung dipotong di dealer — cukup bermodalkan KTP melalui situs Sisapira.
  • Biaya operasional motor listrik hanya Rp30.000–Rp50.000/bulan vs Rp150.000–Rp300.000 untuk motor bensin.
  • Exotic Mizone (Rp6,19 jt) menawarkan value terbaik: motor 1.000W, kecepatan 75 km/jam, jarak 60 km.
  • Greentech Scood VRLA (Rp7,5 jt) pilihan terbaik untuk jarak jauh — hingga 100 km per charge.

Sumber data: Kemenperin via Sisapira, Suara.com, Detik.com — harga per Juni 2025 setelah subsidi Rp7 juta.

Nata Kesuma

Redaksi

Nata Kesuma adalah seorang jurnalis dan penulis yang berbasis di Indonesia. Dengan rekam jejak karier lebih dari enam tahun di Industry.co.id, ia telah menghasilkan lebih banyak artikel dengan total jangkauan jutaan pembaca. Spesialisasinya mencakup politik nasional, kebijakan pemerintah, industri manufaktur, serta sektor keuangan dan energi. Nata dikenal dengan gaya penulisan yang informatif dan tajam, kerap mengangkat topik-topik strategis seperti hilirisasi industri, kebijakan ekonomi pemerintah, serta perkembangan kawasan industri Jababeka. Selain dunia jurnalisme, ia juga aktif sebagai kreator digital yang memproduksi konten-konten evergreen seputar pendidikan, UMKM, dan gaya hidup.

Lihat semua artikel →