Peneliti: Optimisme Tomy Winata Perkuat Kepercayaan Investor terhadap Indonesia

Oleh : Wiyanto | Senin, 22 Juni 2026 - 22:06 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan dunia usaha dan investor. Pandangan tersebut salah satunya tercermin dari pernyataan Pendiri Artha Graha Peduli, Tomy Winata, saat menghadiri peluncuran rangkaian Hari Ulang Tahun ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel (DKPH) Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Tomy Winata menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia tetap memiliki posisi strategis dalam peta ekonomi dunia. “Indonesia bagus kok, prestisius bagi para investor. Posisinya Indonesia strategis dan dibutuhkan oleh dunia. Kita yakin saja sebagai orang Indonesia, apalagi di bawah pemerintahan Bapak Prabowo dan jajarannya,” ujar Tomy Winata.

Peneliti senior Populi Center, Yugolastarob Komeini, menilai optimisme tersebut memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan prospek investasi yang menjanjikan berkat kombinasi pasar domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam, iklim usaha yang semakin membaik, serta jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi membuat Indonesia relatif lebih tangguh menghadapi tekanan eksternal dibandingkan sejumlah negara lain.

Selain itu, keberadaan komoditas strategis seperti nikel, batu bara, kelapa sawit, karet, dan timah memberikan keunggulan kompetitif tersendiri. Kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah juga dinilai berhasil meningkatkan nilai tambah ekonomi dan menarik minat investasi baru.

Yugolastarob menambahkan bahwa reformasi regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja dan sistem Online Single Submission (OSS) turut memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor global.

Di sisi lain, Tomy Winata mengingatkan pelaku usaha agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan bisnis. “Yang penting bagi para pedagang dan pengusaha jangan terprovokasi. Jangan over-invest, sesuaikan dengan kekuatan yang masuk akal dan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Di mana ada potensi, kita masuk,” katanya.

Menurut Yugolastarob, pesan tersebut menunjukkan bahwa optimisme harus berjalan beriringan dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan risiko yang baik.

Meski masih terdapat sejumlah tantangan seperti penguatan sektor manufaktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi logistik, dan percepatan investasi hijau, Indonesia dinilai tetap memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Jadi narasi dan semangat ini lah yang perlu kita jaga dan rawat bersama. Kondisi global sedang tidak menentu, Pak Tomy menginspirasi kita semua saya rasa, termasuk pengusaha yang lain,” pungkas Yugolastarob.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →