Amar Bank Tebar Dividen Tunai Rp110 Miliar Usai Cetak Kinerja Terbaik Sepanjang Masa

Oleh : Candra Mata | Kamis, 18 Juni 2026 - 21:47 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Bank Amar Indonesia Tbk (BEI: AMAR) membuka tahun 2026 dengan catatan impresif. Bank digital yang fokus pada segmen ritel dan UMKM ini membukukan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar pada kuartal pertama 2026, sekaligus menjadi laba tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Sejalan dengan capaian tersebut, Amar Bank memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp110,1 miliar atau setara Rp6,11 per saham. Keputusan itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi strategi perusahaan dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang aman dan relevan bagi masyarakat.

“Pencapaian kinerja positif di kuartal pertama 2026 ini merupakan bukti nyata dari konsistensi strategi Amar Bank dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang aman dan tepercaya bagi segmen ritel dan UMKM. Pertumbuhan kredit kami yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital yang kami hadirkan,” ujar Vishal.

Kinerja positif itu ditopang pertumbuhan kredit bruto yang melonjak 30,62 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,16 triliun. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Seiring ekspansi pembiayaan, total aset perseroan juga meningkat 34,72 persen YoY menjadi Rp6,93 triliun.

Di sisi pendapatan, Amar Bank mencatat kenaikan pendapatan operasional sebesar 13,82 persen YoY menjadi Rp527,76 miliar. Sementara itu, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tumbuh 15,58 persen menjadi Rp370,20 miliar.

Pertumbuhan tersebut diperoleh dari strategi memperluas pangsa pasar pada segmen pembiayaan berimbal hasil tinggi (high-yielding segment), sehingga mampu menjaga profitabilitas di tengah ekspansi bisnis yang agresif.

Menariknya, pertumbuhan kredit dan laba tersebut tetap diiringi perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) net berhasil ditekan menjadi 0,86 persen dari 1,48 persen pada Maret 2025.

SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menilai capaian tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan modal dan efisiensi operasional perusahaan.

“Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR yang kuat di level 99,17 persen. Lonjakan DPK sebesar 115,46 persen YoY juga berhasil mengoptimalkan biaya dana kami,” kata David.

Menurutnya, fokus perusahaan ke depan adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan berkelanjutan guna memperkuat fondasi keuangan sekaligus mempertahankan kemampuan membagikan dividen kepada pemegang saham.

Fokus Pertumbuhan Berkelanjutan

Dalam paparan publik, manajemen Amar Bank juga memaparkan sejumlah strategi yang akan menjadi fokus pertumbuhan sepanjang 2026. Strategi tersebut meliputi penguatan inovasi teknologi, akselerasi bisnis ritel dan UMKM, pengembangan layanan embedded banking, hingga perluasan dukungan bagi sektor ekonomi kreatif.

Hingga kuartal I-2026, platform pinjaman digital Tunaiku telah mencatat total penyaluran pembiayaan lebih dari Rp19 triliun sejak beroperasi pada 2014. Platform tersebut juga telah menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

Di saat yang sama, Amar Bank terus memperkuat model bisnis embedded banking melalui kemitraan B2B2C. Skema ini memungkinkan berbagai platform digital mengintegrasikan layanan perbankan secara langsung tanpa pengguna harus berpindah aplikasi.

Salah satu implementasinya dilakukan melalui kolaborasi dengan platform MyMRTJ. Strategi embedded banking tersebut telah menghasilkan sekitar 10.000 nasabah baru dengan tingkat pengguna aktif mencapai 41,09 persen.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menegaskan bahwa model kemitraan digital akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perseroan.

“Solusi embedded banking dengan mitra B2B telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan pengguna aktif sebesar 41,09 persen. Ke depan, dengan infrastruktur digital berbasis cloud dan AI kami akan terus memperluas layanan perbankan digital di sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif,” ungkap Kevin.

Sebagai bagian dari komitmen memperluas dukungan terhadap sektor kreatif, Amar Bank juga aktif terlibat dalam industri perfilman nasional. Perseroan tercatat menjadi sponsor utama JAFF Market tahun lalu sebagai upaya mendorong akses pembiayaan dan memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia yang tengah berkembang pesat.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →