Yasin Ayari, Pemain Muslim Swedia, Tolak Selebrasi Usai Cetak Gol spektakulernya ke Gawang Tunisia, Demi Menghormati Akar Keluarga Ayahnya Berkebangsaan Tunisia 

Oleh : kormen barus | Senin, 15 Juni 2026 - 12:01 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Di Estadio BBVA Monterrey, Yasin Ayari menjelma dari nama yang hanya dibicarakan menjadi sorotan utama setelah mencetak dua gol dalam laga pembuka Piala Dunia 2026, membantu Swedia menang telak 5-1 atas Tunisia. 

Gol spektakulernya dari luar kotak pada menit ke-6 langsung menggetarkan stadion, tetapi momen itu juga menyisakan nuansa emosional.  Ayari, yang lahir di Solna dari ayah berkebangsaan Tunisia dan ibu asal Maroko, memilih menahan selebrasi berlebihan dan memberi gestur minta maaf,  bentuk penghormatan pada tanah kelahiran ayahnya.

Tepatnya di menit tambahan, Ayari menutup kemenangan dengan gol kedua yang memupus ketegangan, dan kali ini ia merayakan bersama rekan setimnya, menandai kebahagiaan kolektif atas prestasi tim. 

Sikapnya setelah gol pertama menyentuh banyak pihak, sebagai pemain yang memilih membela Swedia sejak level junior, gestur tersebut menampilkan keseimbangan antara kebanggaan nasional dan rasa hormat terhadap akar keluarganya.

Karier Ayari berkembang secara logis dibentuk di akademi Råsunda dan AIK Solna, debut profesionalnya pada 2020 lalu membawa transfer ke Brighton & Hove Albion pada Januari 2023. 
Musim 2025/2026 menjadi titik balik di klub ia tampil 29 kali (1.932 menit), mencetak 3 gol dan 3 assist, dengan akurasi operan 88% dari 876 percobaan, serta disiplin yang baik. 

Di level internasional, kedekatannya dengan pelatih Graham Potter dan kontribusi di kualifikasi memberi sinyal bahwa Ayari siap menjadi motor lini tengah Swedia.

Kekuatan Ayari terletak pada kesadaran posisi, kemampuan membaca ruang, visi umpan progresif, dan ancaman tembakan jarak jauh  seperti gol pembuka ke gawang Tunisia. 

Keputusan identitasnya (memilih Swedia meski berakar di Tunisia dan Maroko) dan cara ia menunjukkan penghormatan pada momen-momen emosional membuatnya bukan cuma aset teknis, tapi juga figur yang mampu menjembatani dinamika budaya.
Jika konsistensi dan kebugaran tetap terjaga, ia bisa memperbesar peran di Brighton dan menjadi wajah masa depan timnas Swedia.
 

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →