Dukung Kebijakan Pemerintah, Gojek Sesuaikan Skema Bagi Hasil untuk Mitra Driver

Oleh : Hariyanto | Selasa, 19 Mei 2026 - 18:42 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah terkait penyesuaian komisi ojek online yang menetapkan skema bagi hasil 92 persen untuk mitra pengemudi layanan roda dua atau GoRide. Dengan kebijakan tersebut, perusahaan hanya akan menerima potongan komisi sebesar 8 persen dari setiap perjalanan, turun dari sebelumnya 20 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat GoTo di Jakarta, Selasa (19/5), menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Perusahaan menilai momentum tersebut menjadi simbol penting semangat kebangkitan ekonomi digital yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra pengemudi.

Dalam kesempatan itu, GoTo juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Dewan Perwakilan Rakyat atas dukungan terhadap kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja transportasi online di Indonesia.

Direktur Utama sekaligus CEO GoTo, Hans Patuwo, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata keberpihakan terhadap mitra pengemudi di era ekonomi digital. “Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital. Seperti yang telah kami sampaikan dalam berbagai momentum sebelumnya, termasuk pada pengumuman program dukungan kesejahteraan Bakti GoTo untuk Negeri, serta peluncuran 7 Inisiatif Apresiasi Mitra terbaru, kesejahteraan mitra driver akan selalu menjadi prioritas utama bagi Perusahaan,” ujar Hans.

Sebagai tindak lanjut atas kebijakan tersebut, GoTo dan Gojek menyiapkan empat langkah strategis. Pertama, perusahaan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan GoRide sesuai arahan pemerintah. Penyesuaian ini diperkirakan berdampak terhadap pendapatan perusahaan dari lini transportasi roda dua, namun dinilai sebagai investasi jangka panjang demi menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih berkelanjutan.

Perusahaan menegaskan akan tetap menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra pengemudi dan keterjangkauan harga bagi konsumen. Untuk layanan GoRide Reguler, GoTo menyebut akan berupaya agar tidak terjadi kenaikan harga yang dibayarkan pelanggan sehingga volume pesanan tetap stabil dan pendapatan mitra pengemudi tetap terjaga.

Langkah kedua adalah penghentian Program Langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi. Program yang mulai diuji coba sejak November 2025 dan diperluas pada Februari 2026 itu dinilai memerlukan keseimbangan baru agar lebih mendukung kesejahteraan mitra. Penghentian program akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ke depan, layanan GoRide Hemat akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen seperti GoRide Reguler. Perusahaan mengakui akan ada penyesuaian harga yang moderat bagi konsumen, namun tetap mengutamakan keterjangkauan layanan. GoTo menilai langkah tersebut diperlukan agar ekosistem tetap sehat dan berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Langkah ketiga adalah memastikan berbagai program kesejahteraan mitra tetap berjalan. GoTo menegaskan program seperti Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra, program umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, hingga cek kesehatan gratis bersama Kementerian Kesehatan akan terus dilanjutkan.

Perusahaan menilai komitmen tersebut sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pemerataan ekonomi.

Sementara langkah keempat adalah memperkuat keberlanjutan bisnis melalui kekuatan ekosistem GoTo. Perusahaan menyebut layanan teknologi finansial, logistik, dan berbagai lini bisnis lain di dalam ekosistem GoTo terus menunjukkan pertumbuhan positif yang diharapkan dapat menopang dampak penurunan pendapatan dari layanan GoRide.

GoTo menyatakan saat ini masih berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memperoleh arahan lebih rinci mengenai implementasi ketentuan dalam Peraturan Presiden. Perusahaan memastikan akan terus menyampaikan perkembangan dan langkah implementasi kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk dapat terus maju demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” tutup Hans.