Lewat Smart Lab 2.0, ParagonCorp Perkuat Riset Berbasis AI 

Oleh : Erni S | Rabu, 13 Mei 2026 - 10:07 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Setiap produk kecantikan yang sampai ke tangan konsumen, terdapat proses panjang, mulai dari pemilihan bahan aktif, stabilitas formula hingga pengembangan shade yang sesuai dengan karakteristik kulit konsumennya. 

Untuk itu ParagonCorp memperkuat transformasi riset dan pengembangan R&D (Research & Development) melalui pengembangan Smart Lab 2.0, sebuah tahap di mana AI mulai terintegrasi dalam proses formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya ParagonCorp dalam menjawab tantangan industri kosmetik yang semakin kompleks. Dengan lebih dari 17 brand dan lebih dari 2.000 portofolio produk aktif, untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang terhadap produk yang lebih personal, presisi, dan relevan.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa, Sp.D,V.E, FINSDV menyampaikan dalam presentasi bertajuk “AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design” pada ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 yang diselenggarakan oleh PERKOSMI di JIExpo Kemayoran.

“Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable,” ujar dr. Sari.

Transformasi R&D ParagonCorp dilakukan secara bertahap. Perjalanan dimulai dari sistem berbasis kertas dan logbook manual, kemudian berkembang menjadi Smart Lab 1.0 melalui platform formulasi berbasis web. Saat ini perusahaan memasuki fase Smart Lab 2.0 dengan integrasi AI pada infrastruktur digital yang telah terhubung secara menyeluruh.

Ke depan, ParagonCorp juga menyiapkan pengembangan menuju Smart Lab 3.0 yang mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga close-system automated pilot scale.

Dalam implementasinya, AI telah dimanfaatkan di berbagai lini R&D ParagonCorp. Salah satunya melalui teknologi AI Color Matching dalam proses formulasi produk kosmetik. Dengan pendekatan berbasis kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database, sistem tersebut mampu menghasilkan formula warna prediktif dengan tingkat akurasi lebih dari 95 persen serta memangkas waktu formulasi hingga sekitar 60 persen dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, AI juga dimanfaatkan untuk mendukung proses ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui pengolahan biological big data, mulai skin genomics, metabolomics, hingga skin microbiome. Pendekatan ini membantu peneliti mengidentifikasi kandidat ingredient yang lebih potensial dan relevan untuk berbagai kebutuhan kulit, mulai dari brightening, anti-acne, hingga skin barrier.

ParagonCorp juga membangun dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia untuk mengembangkan shade produk yang lebih representatif terhadap keberagaman konsumen lokal, khususnya pada kategori cushion dan foundation.

“AI membantu kami memahami konsumen Indonesia secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakteristik biologis kulitnya. Dari sanalah inovasi yang benar-benar relevan dapat lahir,” kata dr. Sari.

Meski demikian, ParagonCorp menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi konsumen dan industri. Dalam penerapannya, AI diposisikan sebagai co-pilot yang membantu tim peneliti bekerja lebih cepat dan lebih terarah tanpa menggantikan pertimbangan ilmiah maupun tanggung jawab manusia yang menjadi fondasi utama dalam proses pengembangan produk.

“AI bagi kami adalah co-pilot, bukan autopilot. AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut dr. Sari, setiap percepatan yang dihadirkan AI harus bermuara pada manfaat nyata bagi konsumen, mulai dari formulasi yang lebih presisi, shade yang lebih representatif, hingga proses inovasi yang lebih efisien dan minim waste dalam pengembangannya.

Partisipasi ParagonCorp dalam ICI 2026 menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kosmetik nasional yang lebih inovatif dan berkelanjutan. ParagonCorp menilai pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, etika, dan kebutuhan konsumen, merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan industri kosmetik Indonesia yang lebih personal, inklusif, dan berdaya saing global.

Erni S

Redaksi

Erni S adalah seorang jurnalis dan sekretaris redaksi di Industry.co.id. ia menjadi salah satu kontributor paling produktif. Spesialisasinya mencakup berbagai bidang, dengan fokus utama pada sektor hiburan, industri, dan iptek. Tulisannya dikenal luas karena kemampuannya mengulas isu-isu terkini dengan gaya yang informatif dan mudah dipahami oleh pembaca lintas kalangan. Di luar dunia hiburan, Erni S juga aktif menulis tentang perkembangan industri nasional, teknologi, pariwisata, dan sektor keuangan menjadikannya salah satu penulis yang yang paling berpengaruh bagi kemajuan Industry.co.id.

Lihat semua artikel →