Investor Waspada Data CPI AS, Bitcoin Kokoh di Level US$81.000

Oleh : Hariyanto | Senin, 11 Mei 2026 - 13:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga aset kripto kembali menghijau di awal pekan kedua Mei 2026. Bitcoin bertahan di atas level US$81.000 di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menanti rangkaian data ekonomi Amerika Serikat dan pergantian pucuk pimpinan bank sentral Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin berada di level US$81.475 atau setara Rp1,41 miliar, menguat sekitar 1%. Dominasi pasar Bitcoin juga naik ke level 60,90%, sementara total kapitalisasi pasar kripto global bertambah 1,18% menjadi US$2,69 triliun.

Pergerakan pasar kripto kini sangat dipengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Investor menyoroti rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pada Selasa yang diperkirakan naik menjadi 3,4% secara tahunan, dilanjutkan data Producer Price Index (PPI) pada Rabu dan penjualan ritel pada Kamis. Situasi makin sensitif lantaran Jumat pekan ini menjadi hari terakhir masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.

Di tengah ketidakpastian makro tersebut, minat investor institusi masih menjadi bantalan utama pasar. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat kembali mencatat arus dana masuk selama enam pekan berturut-turut, menjadi rekor terpanjang sejak Agustus 2025.

Dalam periode tersebut, total dana yang mengalir mencapai US$3,4 miliar. Puncak inflow terjadi pada pertengahan April dengan nilai mencapai US$996,38 juta dalam sepekan. Adapun pada pekan lalu, ETF Bitcoin masih membukukan arus masuk positif sebesar US$622,75 juta meski sempat dibayangi tekanan outflow di akhir perdagangan pekan.

Reli juga menjalar ke pasar altcoin. Ondo memimpin penguatan setelah melonjak hampir 50% dalam sepekan terakhir, dari kisaran Rp5.000 menjadi sekitar Rp7.400. Kenaikan ini dipicu keberhasilan proyek tersebut menyelesaikan uji coba pencairan obligasi pemerintah AS berbasis token bersama JPMorgan Chase & Co. dan Mastercard.

Penguatan tajam juga terjadi pada Sui yang melesat 45% hingga menembus Rp23.000. Sentimen positif datang setelah CME Group resmi mencatatkan kontrak berjangka SUI sebagai aset Layer-1 keempat di pasar derivatif teregulasi.

Sementara itu, 21Shares meluncurkan ETF Canton Network (TCAN) di Nasdaq untuk memberi eksposur terhadap token CC yang didukung Goldman Sachs dan Microsoft. Di sisi lain, platform Pump.fun juga mencatat lonjakan profitabilitas trader hingga 73,28% sepanjang April 2026, melanjutkan tren pertumbuhan selama empat bulan beruntun.

Untuk perdagangan hari ini, Bitcoin diperkirakan bergerak di kisaran US$80.000 hingga US$81.500. Sementara Ethereum berpotensi bergerak pada rentang US$2.250 sampai US$2.400.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →