Mandiri Inhealth Bukukan Laba Bersih Rp82,8 Miliar di Kuartal I-2026, Melonjak 82%
INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau Mandiri Inhealth membuka tahun 2026 dengan kinerja solid. Perusahaan asuransi kesehatan ini membukukan laba bersih sebesar Rp82,8 miliar pada kuartal I-2026, melonjak 82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp45,4 miliar.
Lonjakan laba tersebut menjadi sinyal penguatan fundamental bisnis di tengah dinamika industri asuransi kesehatan yang masih dibayangi tekanan klaim dan tantangan efisiensi operasional. Perseroan menyebut pertumbuhan itu ditopang strategi bisnis yang lebih selektif, optimalisasi portofolio, serta perbaikan kualitas underwriting.
Manajemen Mandiri Inhealth menilai disiplin dalam pengelolaan risiko menjadi salah satu faktor utama yang menjaga profitabilitas tetap tumbuh agresif pada awal tahun ini. Di saat yang sama, perusahaan juga mempercepat inovasi produk dan layanan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri Inhealth, Marihot H. Tambunan, mengatakan perseroan kini fokus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan model bisnis dan transformasi digital.
“Mandiri Inhealth terus memperkuat strategi pertumbuhan melalui inovasi, akselerasi digitalisasi, serta peningkatan kualitas layanan. Dengan pertumbuhan 82% pada Q1 2026 ini, kami optimis dapat menjaga momentum kinerja sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Marihot.
Strategi tersebut, menurut manajemen, tidak hanya diarahkan untuk memperkuat profitabilitas, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan yang lebih komprehensif.
Di bawah kepemimpinan Marihot sebagai pelaksana tugas direktur utama, perusahaan juga memperkuat fondasi operasional dengan menempatkan kebutuhan peserta sebagai fokus utama. Pendekatan itu dinilai menjadi bagian penting dalam mempertahankan daya saing perseroan di industri asuransi kesehatan.
Saat ini, Mandiri Inhealth melayani lebih dari 1,6 juta peserta dengan dukungan lebih dari 7.000 jaringan provider yang tersebar di seluruh Indonesia. Basis peserta yang besar dan jaringan layanan yang luas dinilai menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan premi sekaligus memperkuat penetrasi pasar asuransi kesehatan korporasi dan individu.