IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.020

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 28 Agustus 2017 - 11:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan menguat dan terus berupaya untuk menembus level 6.020 pada perdagangan Senin (28/08/2017) ini, setelah ditutup naik pada perdagangan di akhir pekan lalu.

“Belanjutnya pemblian saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan ternyata mampu mempertahankan posisi IHSG ke atas level resistensi psikologis 5.800 pada pekan lalu ke level 5.915,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Senin (28/08/2017) pagi.

Karena itu, demikian Yuganur, potensi IHSG untuk kembali turun ke posisi 5.745 tampaknya bakal kecil kemungkinannya dan pergerakan selanjutnya adalah mengejar kenaikan menuju titik resistensi psikologis berikutnya ke posisi 6.020.

Yuganur mengemukakan, dengan adanya peluang kenaikan lanjutan pada perdagangan hari ini, maka para pelaku pasar disarankan untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Jabar-Banten Tbk (BJBR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Secara teknikal, demikian Yuganur, BJBR, INDF dan ASRI saat ini sedang masuk ke dalam proses perbaikan tren harga jangka pendek dan jangka menengah. Karena itu, ketiga saham tersebut menjadi menarik untuk diakumulasi. Harga BJBR ditargetkan dapat mencapai kisaran Rp2.850-3.025 per unit. Bahkan, INDF dan ASRI masing-masing berpeluang untuk bergerak di kisaran harga Rp8.725-8.875 per unit dan Rp374-384 per unit.

“Sementara itu, penurunan harga komoditas ke level terendah dalam 10 tahun belakangan ini dan membuat valuasi sektoral menjadi murah, membuat AALI menjadi menarik untuk dikoleksi. Harga produsen minyak sawit mentah (CPO) ini bahkan diprediksi akan bergerak di kisaran Rp15.700-16.300 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →