Rumah123 Gandeng BSI Digitalisasi 1.200 Aset Lelang, Buka Peluang Hunian Lebih Terjangkau

Oleh : Hariyanto | Jumat, 01 Mei 2026 - 16:33 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Di tengah tekanan daya beli masyarakat dan tantangan keterjangkauan hunian yang masih menjadi persoalan di pasar properti nasional, Rumah123 bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan langkah baru dengan mengintegrasikan 1.200 aset lelang ke dalam platform digital properti.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam membeli properti, terutama pada segmen harga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar yang saat ini dinilai paling terdampak oleh perubahan kondisi ekonomi dan tingginya sensitivitas terhadap harga.

Lewat kerja sama tersebut, BSI tercatat sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mendigitalisasi portofolio aset lelangnya secara nasional melalui marketplace properti. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperluas akses masyarakat terhadap pilihan hunian dengan harga yang lebih kompetitif.

Berdasarkan data internal Rumah123, tren pencarian properti menunjukkan adanya pergeseran minat masyarakat ke segmen hunian yang lebih terjangkau, termasuk peningkatan pencarian opsi sewa. Dalam situasi itu, aset lelang dinilai menjadi alternatif yang semakin relevan karena menawarkan efisiensi harga cukup signifikan dibandingkan pasar properti reguler.

Secara rata-rata, aset lelang menawarkan harga 56,8% lebih rendah dibandingkan harga pasar, bahkan pada beberapa tipe properti tertentu tingkat efisiensinya dapat mencapai 79,6%.

CEO Rumah123, Wasudewan, mengatakan kolaborasi dengan BSI merupakan bagian dari pengembangan ekosistem properti digital sekaligus komitmen perusahaan dalam memperluas akses kepemilikan properti di Indonesia.

“Kami melihat pergeseran perilaku konsumen yang semakin kuat ke ranah digital, dengan fokus pada value dan transparansi. Melalui integrasi ini, Rumah123 memastikan 1.200 aset strategis dari BSI tidak hanya tersedia, tetapi juga terserap optimal oleh audiens yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, integrasi aset lelang BSI memperluas pilihan pencarian properti dalam satu ekosistem digital, mulai dari rumah tapak, apartemen hingga aset komersial.

“Rumah123 tidak hanya menghadirkan properti baru dan sekunder, tetapi kini aset lelang juga semakin lengkap, bukan hanya rumah tapak saja, melainkan apartemen hingga aset komersial. Tak hanya itu, Rumah123 juga dilengkapi dengan panduan edukatif agar masyarakat dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” tambahnya.

Dari sisi perbankan, Bank Syariah Indonesia menegaskan bahwa aspek legalitas dan keamanan transaksi menjadi prioritas utama dalam proses digitalisasi aset lelang tersebut.

Retail Collection, Restructuring & Recovery Group Head BSI, Immadha Handy Kusuma, mengatakan digitalisasi aset lelang juga menjadi upaya untuk menghilangkan stigma bahwa proses lelang properti rumit dan berisiko secara hukum.

“Setiap aset yang dipasarkan telah melalui proses verifikasi dan memiliki kepastian hukum yang jelas, di mana setiap pembeli akan menerima Risalah Lelang yang memiliki kekuatan hukum setara dengan Akta Jual Beli (AJB),” kata Madha.

BSI menilai langkah ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan asset recovery di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, sekaligus menghadirkan alternatif hunian berbasis syariah yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai platform agregator properti, Rumah123 memastikan seluruh aset yang dipasarkan telah melalui proses kurasi kelayakan, termasuk dari sisi legalitas dan kesesuaian dengan prinsip syariah.

Kolaborasi Rumah123 dan BSI diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem properti syariah digital di Indonesia. Di saat yang sama, kerja sama ini juga diharapkan mampu mengubah persepsi pasar bahwa aset lelang bukan lagi sekadar opsi alternatif, melainkan solusi kepemilikan properti yang kredibel, efisien, dan semakin relevan di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →