Astra Property Tancap Gas Diversifikasi, Sektor Logistik Disiapkan Jadi Penopang Baru
INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Astra Property mempertegas strategi diversifikasi bisnisnya dengan memperkuat tiga pilar utama bisnis properti, yakni residensial, komersial, serta infrastruktur industri dan logistik. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkokoh posisinya sebagai pengembang properti terpadu di tengah dinamika pasar properti yang terus berkembang.
Penguatan portofolio tersebut ditopang oleh ekspansi yang dilakukan secara paralel dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penyelesaian akuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP) yang memperbesar pijakan Astra Property di sektor logistik dan pergudangan modern.
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono, mengatakan strategi diversifikasi yang dijalankan perseroan mulai menunjukkan hasil dalam menjaga stabilitas bisnis dan meningkatkan kualitas portofolio perusahaan.
“Sepanjang 2025, langkah Astra Property dalam memperkuat seluruh lini bisnis secara paralel mulai dari residensial, komersial, hingga infrastruktur industri dan logistik mencerminkan visi untuk membangun ekosistem properti yang terpadu. Strategi diversifikasi ini kini mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap stabilitas dan kualitas portofolio perusahaan,” ujar Wibowo di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Langkah diversifikasi ini mencerminkan strategi Astra Property dalam mengantisipasi perubahan siklus industri properti. Saat segmen residensial menghadapi tekanan daya beli, segmen komersial dan logistik dinilai mampu menjadi penopang pertumbuhan pendapatan yang lebih stabil.
Di segmen residensial, Astra Property saat ini mengelola tiga proyek landed house dan dua apartemen, dengan lebih dari 1.400 unit telah diserahterimakan. Penguatan ekosistem kawasan juga dilakukan melalui masuknya Singapore Intercultural School di kawasan Asya pada 2025.
Pada tahun ini, Astra Property juga akan memperluas fasilitas pendukung di kawasan residensial melalui operasional DBL Academy di Asya serta Tangkas Sport Center di kawasan Gatot Subroto. Sementara itu, proyek Altéa BLVD di Cibubur akan memasuki fase serah terima perdana Klaster Rivara dan pengembangan NavaPark 2 tetap berlanjut.
Dari sisi komersial, Astra Property menargetkan gedung Arumaya Financial Center mulai beroperasi pada kuartal II/2026. Proyek ini menjadi salah satu tulang punggung perusahaan untuk memperkuat recurring income dari bisnis properti komersial.
Sementara itu, penguatan terbesar terlihat di sektor industri dan logistik. Melalui akuisisi Cikarang Logistics Park 1 dan 2 serta PT Mega Manunggal Property Tbk, Astra Property kini menguasai 13 aset pergudangan modern yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur.
Ekspansi ini diperkuat dengan pengembangan proyek Cibinong Logistics Hub dan kawasan Blok H Cibitung pada 2026, yang diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan baru di tengah meningkatnya kebutuhan ruang logistik seiring ekspansi sektor e-commerce dan distribusi nasional.
Tidak hanya mengejar ekspansi bisnis, Astra Property juga mengintegrasikan agenda keberlanjutan dalam strategi pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations melalui implementasi Astra Triple-P Strategy yang berfokus pada portofolio, sumber daya manusia, dan kontribusi publik.
Sepanjang 2025, perusahaan mencatat porsi energi terbarukan mencapai 26,79% dari total kebutuhan operasional. Salah satu pencapaian penting datang dari Arumaya Financial Center yang meraih design recognition Gold Greenship New Building dari Green Building Council Indonesia.
Di sisi operasional, Astra Property juga menerapkan berbagai inisiatif efisiensi sumber daya seperti sistem daur ulang air, rainwater harvesting, hingga pengelolaan limbah untuk mencapai target zero waste to landfill di sejumlah proyek seperti Menara Astra dan The Arumaya.
Dalam rantai pasok, Astra Property turut menggandeng World Resources Institute Indonesia untuk menjalankan program Supplier Decarbonization Knowledge Sharing sebagai bagian dari upaya menekan emisi cakupan tiga.
Dari sisi operasional, perusahaan juga mencatat zero fatality sepanjang 2025, baik pada tahap konstruksi maupun operasional. Di ranah sosial, sebanyak 2.079 penerima manfaat telah dijangkau melalui program Astra Sehat, Astra Cerdas, Astra Kreatif, dan Astra Hijau.
Wibowo menegaskan, strategi pertumbuhan Astra Property ke depan tidak hanya berorientasi pada ekspansi skala bisnis, tetapi juga peningkatan kualitas aset dan dampak jangka panjang.
“Ke depan, Astra Property berkomitmen untuk terus memanfaatkan peluang pertumbuhan secara terukur, sembari menjaga kualitas produk, memperkuat sinergi ekosistem, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Pertumbuhan tidak hanya dipandang dari skala, tetapi juga dari peningkatan kualitas dan dampak yang berarti bagi seluruh ekosistem Astra Property,” tutupnya.