Produsen Gelas Kaca Siap Pasok Kebutuhan Industri Mamin Imbas Mahalnya Harga Plastik
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Industri gelas kaca menyambut baik rencana pemerintah mendorong penggunaan kemasan berbasis kertas (paperboard) hingga kaca imbas tingginya harga plastik di pasaran akibat konflik geopolitik global.
Ketua Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI), Henry T. Susanto menyambut positif arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa kemasan kaca tetap menjadi pilihan paling aman bagi produk makanan dan minuman (mamin).
Menurutnya, salah satu keunggulan utama kaca terletak pada sifatnya yang inert atau tidak bereaksi dengan zat yang dikandungnya. Hal ini membuat kemasan kaca tidak memengaruhi rasa, aroma, maupun kualitas produk.
“Secara umum, kemasan kaca lebih aman karena tidak bereaksi dengan makanan dan minuman yang diwadahinya. Selain itu, material kaca tidak bermigrasi ke dalam produk, sehingga tidak menimbulkan kontaminasi,” kata Henry kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta (22/4).
Selain faktor keamanan, aspek lingkungan juga menjadi nilai tambah. Kaca dikenal sebagai material yang dapat di daur ulang hingga 100 persen tanpa menurunkan kualitasnya. Hal ini menjadikannya solusi kemasan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan alternatif lainnya.
“Produk kaca sepenuhnya dapat di daur ulang dan tidak menyebabkan polusi lingkungan jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, APGI tidak menutup mata terhadap alasan industri beralih ke plastik jenis polyethylene terephthalate (PET). Faktor kepraktisan dan efisiensi biaya menjadi pertimbangan utama, terutama dalam distribusi skala besar.
Namun, peluang bagi industri kaca dinilai masih terbuka lebar. Dengan tingkat utilisasi industri yang baru mencapai 73 persen pada 2025, kapasitas produksi masih cukup untuk memenuhi peningkatan permintaan di masa depan.
Henry optimis sektor ini dapat kembali menarik minat pelaku industri, khususnya untuk produk-produk yang sebelumnya identic dengan kemasan kaca, seperti minuman berkarbonasi dan the dalam botol.
“Industri kaca masih memiliki ruang besar untuk tumbuh dan siap melayani kebutuhan sektor makanan dan minuman, terutama bagi produk yang mengutamakan kualitas dan keamanan,” tutup Henry.