ASLC Siapkan Buyback Saham, Sinyal Kas Kuat dan Keyakinan Manajemen atas Valuasi

Oleh : Hariyanto | Rabu, 15 April 2026 - 13:54 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten ekosistem otomotif omnichannel, mengumumkan rencana strategis pembelian kembali saham atau buyback sebagai respons atas posisi kas perseroan yang dinilai kuat serta keyakinan manajemen bahwa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamental perusahaan.

Langkah korporasi tersebut diumumkan setelah perseroan merilis kinerja tahun penuh 2025 (FY25) yang menunjukkan pertumbuhan solid. Manajemen menilai aksi buyback menjadi sinyal kepercayaan terhadap prospek bisnis sekaligus instrumen untuk menjaga stabilitas pergerakan saham di pasar.

Perseroan berencana mengalokasikan dana internal untuk membeli kembali saham yang beredar di publik melalui Bursa Efek Indonesia. Pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap dalam periode yang telah ditentukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan tetap mengikuti ketentuan batas harga dan volume sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai informasi tambahan, ASLC saat ini masih berada dalam periode buyback yang berlaku hingga 17 Juni 2026, sebagaimana telah disetujui dalam RUPS pada 17 Juni 2025.

Presiden Direktur Jany Candra menegaskan, aksi korporasi ini tidak akan mengganggu agenda ekspansi perseroan pada tahun ini.

“Melihat capaian gemilang di FY25, kami merasa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Buyback ini adalah instrumen kami untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham sekaligus menjaga volatilitas pasar agar lebih stabil,” ujar Jany dalam keterangan resminya.

Berdasarkan laporan keuangan 2025, ASLC membukukan pertumbuhan pendapatan yang signifikan secara tahunan, ditopang ekspansi jaringan ritel Caroline.id dan stabilnya bisnis lelang JBA. Perseroan mencatat volume penjualan unit yang melampaui target tahunan dengan nilai mencapai Rp1 triliun, atau tumbuh 14,5% dibandingkan tahun 2024.

Kinerja tersebut memperkuat posisi kas perseroan dan menjadi landasan bagi manajemen untuk menjalankan buyback sekaligus melanjutkan strategi ekspansi bisnis. ASLC menilai prospek usaha pada 2026 masih tetap cerah, seiring fundamental pasar mobil bekas yang dinilai solid dan berkelanjutan.

Di tengah optimisme tersebut, perseroan menegaskan akan terus memperluas jaringan bisnis serta mengoptimalkan ekosistem omnichannel di segmen mobil bekas guna menjaga momentum pertumbuhan.

Kalangan pelaku pasar biasanya memandang aksi buyback sebagai katalis positif karena mencerminkan keyakinan manajemen terhadap valuasi saham dan prospek laba ke depan, terutama ketika dilakukan di tengah momentum pertumbuhan bisnis yang kuat.