Integrasi Energi dan Manufaktur, IEE Series Ekspansi ke Surabaya

Oleh : Candra Mata | Jumat, 10 April 2026 - 13:27 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pertumbuhan manufaktur dan logistik di berbagai kawasan mendorong terbentuknya pusat industri baru di Indonesia, sekaligus meningkatkan kebutuhan energi, utilitas, dan teknologi produksi.

Menjawab dinamika ini, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 menghadirkan Indonesia Energy Week Surabaya yang akan berlangsung pada 15–18 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition. 

Ekspansi ini bertujuan memperkuat jaringan industri nasional sekaligus menjadi ruang temu bagi pelaku energi dan manufaktur di kawasan regional.

Surabaya dipilih karena perannya yang strategis dalam peta industri nasional. Bersama Gresik dan Sidoarjo, wilayah ini merupakan salah satu koridor manufaktur terbesar di Indonesia, dengan kontribusi Jawa Timur sekitar 15% terhadap GDP nasional. 

Aktivitas logistik yang terhubung hingga Pelabuhan Tanjung Perak semakin menegaskan perannya sebagai simpul distribusi industri, terutama ke Indonesia Timur.

Indonesia Energy Week Surabaya akan digelar bersamaan dengan Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia, menciptakan ekosistem pameran yang menghubungkan sektor energi, manufaktur, dan agrikultur. 

Manufacturing Surabaya sendiri telah dikenal selama lebih dari 20 tahun sebagai platform utama teknologi mesin dan otomasi untuk Indonesia Timur.

Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ini merupakan bagian dari perluasan ekosistem IEE Series.

“IEE Series dibangun sebagai unified industrial marketplace. Di kawasan seperti Jawa Timur yang memiliki basis manufaktur dan logistik kuat, kebutuhan terhadap energi, kelistrikan, dan utilitas industri menjadi semakin penting. Karena itu, menghadirkan Indonesia Energy Week Surabaya bersamaan dengan pameran seperti Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia menciptakan sebuah ekosistem pameran yang saling melengkapi – di mana teknologi produksi, kebutuhan energi, hingga solusi utilitas industri dapat bertemu dalam satu platform,” papar Hanung.

Menurutnya, pendekatan ini membuka ruang interaksi lebih luas.

“Jakarta tetap menjadi panggung utama berskala nasional dan internasional. Namun melalui Surabaya, perusahaan tidak hanya bertemu dengan sesama penyedia teknologi, tetapi juga pengguna langsung dari sektor manufaktur, agrikultur, hingga utilitas industri. Hal ini menciptakan percakapan yang lebih kontekstual mengenai kebutuhan energi dan infrastruktur di kawasan ini dan Indonesia Timur,” tambahnya.

Pameran ini menargetkan 3.000 pengunjung profesional dan menghadirkan dua pilar utama: Electric & Power Indonesia serta Water Indonesia, yang menampilkan teknologi kelistrikan, energi terbarukan, efisiensi energi, serta solusi pengelolaan air dan utilitas industri.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, akan digelar Surabaya Electric Forum 2026 bertema “East Java Driving Indonesia’s Energy Transition” hasil kolaborasi Pamerindo Indonesia dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur. 

Forum ini akan membahas implementasi RUPTL 2025–2034, pengembangan energi terbarukan, keandalan pasokan listrik, serta pembiayaan proyek ketenagalistrikan.

Melalui integrasi ini, Indonesia Energy Week Surabaya tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang kolaborasi yang menghubungkan kebutuhan energi, teknologi produksi, dan utilitas dalam ekosistem industri yang terus berkembang.