BSN Gandeng APSI, Akses KPR Syariah Makin Mudah dan Murah Hingga 30 Tahun
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Bank Syariah Nasional (BSN) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI) untuk memperkuat ekosistem properti syariah di Tanah Air. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan di Menara BTN Harmoni, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan sektor keuangan syariah dengan industri properti, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pengembang dan masyarakat yang ingin memiliki hunian berbasis syariah.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat pembiayaan sektor riil. Ia menyebut potensi pasar properti syariah di Indonesia masih sangat besar dan terus berkembang.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih mudah diakses, kompetitif, dan sesuai prinsip syariah,” ujarnya.
BSN akan menyediakan berbagai skema pembiayaan, mulai dari pembiayaan konstruksi, pembebasan lahan, hingga fasilitas KPR syariah baik subsidi maupun non-subsidi. Menariknya, masyarakat bisa menikmati tenor hingga 30 tahun dengan proses lebih cepat dan margin kompetitif.
Tak hanya itu, kerja sama ini juga mencakup layanan perbankan modern seperti payroll, virtual account, QRIS, hingga sistem cash management untuk mendukung operasional pengembang.
Ketua Umum APSI, M. Abubakar, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai dukungan dari perbankan syariah akan mempercepat pertumbuhan industri properti syariah yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hunian tanpa riba, potensi pasar properti syariah di Indonesia sangat besar,” katanya.
Selain pembiayaan, BSN dan APSI juga akan menggelar berbagai program seperti edukasi literasi syariah, workshop, hingga Properti Syariah Expo. Keduanya juga tengah menyiapkan APSI HUB, platform terintegrasi yang menghubungkan pengembang, konsumen, dan lembaga keuangan dalam satu ekosistem.
Dengan sinergi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah yang tidak hanya layak dan terjangkau, tetapi juga sesuai prinsip syariah.